Satu BIN Tewas DI Puncak Jaya Papua, Awalnya Diduga Ditembak OTK, Ternyata OPM

Agitasi.id- Dua BIN terlibat Baku Tembak di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua pada 17 Maret 2024. Kejadian tersebut menewaskan Sertu Ismundar. Dalam Laporan Kapolres Puncak Jaya, penembak adalah Orang Tak Dikenal (OTK). Namun Ternyata OPM mengaku bertanggung jawab.

Berdasarkan laporan Kapolres Puncak pada Kapolda Papua. Dua Anggota BIN diduga awal berupaya melakukan pertemuan dengan OTK. Naasnya, entah apa yang terjadi mereka terlibat baku tembak.

Bacaan Lainnya

Dua BIN bernama Sertu Ismundar dan Salim Lestalahu. Dalam laporan disebut bahwa pada jam 10.20 WIT, Personil Pos Kulirik melihat ada tiga personil Satgas Elang melintas di Kampung Muara. Ketiganya memakai dua motor.

Tiba-tiba pada Jam 12.30 WIT, ada dua personil Satgas Elang datang menghampiri Pos Kulirik. Kemudian, mereka juga meminta bantuan ke POS Satgas Elang dan beberapa rekan-rekannya di TNI.

Menindak lanjuti laporan dan permintaan bantuan ini, Intelkam Polres Puncak Jaya mendatangi TKP. Mereka melaporkan bahwa telah melihat satu korban penembakan yang telah tergelatak.

Akhirnya, pada Jam 14.10 WIT, Satgas 115 mengirim dua kelompok pasukan untuk mengevakuasi korban. Kedua regu ini mengendarai mobil roda 4.

5 menit kemudian, Korban berhasil dievakuasi ke RSUD Mulia. Kemudian jasadnya divisum untuk menyelidiki penyebab kematiannya. Korban yang dievakuasi pertama ini, tampak telah meninggal di tempat.

Pada jam 14.59 WIT, Personel Satgas 115 kembali melakukan evakuasi. Kali ini ada mereka berupaya mengevakuasi korban yang masih sadar, yakni Serka Salim.

Berdasarkan hasil Pulbaket, sebenarnya pada awalnya tidak ada prajurit yang mendengar bunyi tembakan. Tembakan baru terdengar saat Satgas Elang datang ke TKP.

Baca Juga :  Amicus Curiae: Penyokong Berharga Dalam Proses Pengambilan Keputusan di MK

Adapun penyebab kematian Sertu Ismundar, dari hasil visum, tampak disebabkan luka tembak pada bagian leher tembus. Bahkan juga ditemukan luka bacok di kepala dan kaki kiri.

Sedangkan rekannya, Serka Salim Lestalahu mengalami patah tulang dan bahu. Selain itu, kaki sebelah kanan memar.

Pada awalnya, lawan kedua BIN ini dianggap OTK. Ternyata dapet beberapa hari, dilain pihak, Juru bicara Komisi Nasional (Komnas) TPNPB, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulis, Ahad, 17 Maret 2024, menjelaskan mereka yang bertanggung jawab atas kematian Personil BIN tersebut.

Sebagaimana dirilis oleh tempo.com, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku telah menembak satu orang anggota TNI hingga meninggal dunia. Bahkan juga membuat rekannya mengalami luka tembak kritis.

“Dalam hal ini TPNPB Lerilmayu Enembe dan Kalenak Murib bertanggung jawab,” ujar Sebby Sambom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *