Sanggar Mekar Budoyo Lamajang SMKN Pasirian Meriahkan Car Free Night dengan Gelar Karya Tari

Sanggar Mekar Budoyo Lamajang SMKN Pasirian Gelar Karya Tari, pada Sabtu (12/07/2025). Foto: Agitasi/Nadila Sania

LUMAJANG, AGITASI.ID – Sanggar Mekar Budoyo Lamajang SMK Negeri Pasirian, menggelar pertunjukan seni bertajuk Gelar Karya Tari di kawasan Sport Park Alun-alun Lumajang, pada Sabtu (12/7/2025) malam hari. Acara ini berlangsung meriah dalam momen Car Free Night dengan menampilkan delapan tari hasil kreasi siswa.

Acara ini digelar rutin selama dua tahun sebagai ruang ekspresi seni dan pelestarian budaya bagi siswa. Di antara tari yang ditampilkan yaitu: Tari Rampak dari Reog, Tari Rupo Kembang, Tari Wanji Kahuripan, Tari Genjah Gumiwa, Tari Telaga Beksa Aksa, Tari Jaripah, dan Tari Geger Bumi Wengker.

Bacaan Lainnya

Tari Beksa Telaga Angsa merupakan perpaduan gerak balet dan tari tradisional Jawa Barat. Sedangkan untuk Tari Genjah Gumiwa mengangkat makna keceriaan remaja di sawah dan Tari Rampak Reog menjadi simbol semangat pelestarian budaya lokal.

Bagian vokal pada Tari Rampak Reog, diisi oleh anggota Sanggar Mekar Budoyo Lamajang yang juga tergabung dalam komunitas Reog lokal. Ia secara sukarela ikut memeriahkan acara tersebut.

Paguyuban Reog pasca selesai acara penampilan Gelar Karya Tari.

Seluruh penampilan tari merupakan hasil latihan mandiri para siswa dengan pendampingan guru seni, Nanda Hartin Dwilestari.

 “Anak-anak belajar dan berlatih secara mandiri. Saya hanya melakukan evaluasi sesekali. Ini untuk melatih tanggung jawab dan kreativitas mereka,” ujarnya.

Pendanaan acara berasal dari kas bersama para siswa. Meski tidak sepenuhnya dibiayai sekolah, tetapi tetap difasilitasi terkait kebutuhan utama seperti transportasi dan alat musik.

Baca Juga :  Menguak Historis Dualisme Agama Kristen: Protestan dan Katolik

Strategi penyelenggaraan karya tari mengalami perubahan. Sebab, pada tahun sebelumnya pernah digelar di Gedung Soejono tidak banyak menarik perhatian publik.

Pada tahun ini mencoba memanfaatan ruang terbuka saat Car Free Night agar pertunjukan lebih ramai dan mudah ditonton masyarakat.

“Kami manfaatkan momen Car Free Night supaya masyarakat bisa menonton. Anak-anak juga membuat poster promosi secara mandiri,” terang Nanda.

Salah satu siswi kelas 11 sekaligus MC acara, Novi Arini, menyampaikan kebanggaannya dari digelarnya karya tari.

“Ini menjadi ruang ekspresi yang sangat positif bagi kami. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Selain itu, penampilan tari juga mendapat dukungan dari orang tua siswa. Erna sebagai orang tua salah satu peserta, menilai acara ini berdampak positif bagi perkembangan mental anak.

“Anak saya jadi lebih percaya diri dan bisa mengekspresikan bakat yang ia miliki sejak kecil,” jelasnya.

Gelar Karya Tari Sanggar Mekar Budoyo Lamajang menjadi bukti konsistensi pelajar SMK Negeri Pasirian, dalam menjaga budaya lokal dan mengembangkan potensi seni generasi muda.

Penulis: Nadila Sania

Reporter: Nadila Sania

Editor: Fadli Raghiel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *