AGITASI.ID, JEMBER- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember bersama empat organisasi Cipayung menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Cemas” di depan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Jember, Senin (15/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka membawa empat tuntutan kepada DPRD Jember.
Koordinator Lapangan aksi, Alvin Maulana, mengkonfirmasi demonstrasi diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari BEM se-Jember, mahasiswa lintas kampus, serta organisasi Cipayung yang terdiri dari PMII, GMNI, IMM, dan HMI.
“Ada empat organisasi Cipayung yang turut serta, yaitu PMII, GMNI, IMM, dan HMI, bersatu bersama BEM se-Jember. Massa yang hadir diperkirakan sekitar 500 orang,” ujar Alvin.
Salah satu tuntutan yang disuarakan mahasiswa adalah persoalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelangkaan Pertalite. Menurut mereka, kondisi tersebut memaksa masyarakat beralih ke Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi sehingga menambah beban ekonomi warga.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pelaksanaan dua program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Mereka meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat agar kedua program tersebut tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
“Kami meminta pemerintah pusat melakukan pengawasan ketat terhadap program MBG dan KDMP. Jangan sampai program ini hanya menguntungkan kelompok tertentu dan tidak dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” kata Alvin.
Tuntutan berikutnya berkaitan dengan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI. Mahasiswa menilai kedua regulasi tersebut berpotensi memperluas keterlibatan aparat keamanan dalam ranah sipil sehingga perlu ditinjau kembali.
“Kami menolak semakin luasnya keterlibatan TNI dan Polri di ruang-ruang sipil karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip demokrasi,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap DPRD Jember dapat meneruskan dan mengawal seluruh tuntutan kepada pemerintah pusat.
Mereka juga menegaskan akan terus mengawasi perkembangan isu-isu yang menjadi tuntutan aksi.
Alvin menegaskan, massa aksi sepakat untuk menunggu respons resmi dari DPR Jember. Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, mahasiswa berencana kembali menggelar aksi dengan skala yang lebih besar.
“Kami akan terus mengawal tuntutan ini sampai ada kejelasan. Jika tidak ada respons yang nyata, kami siap kembali turun ke jalan dengan gerakan yang lebih besar,” ujarnya.
Kontributor: Ridlo Syukron Fatahillah dan Danda Hari Wijaya
Editor: Nadila Sania Sulistia