agitasi.id – Diadakannya Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XX pada tanggal 17 Maret 2021, adalah sebagai puncak akhir visi-misi organisasi. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), sebagai gerbang regenerasi kepengurusan masa khidmat 2021-2023.

Kongres “Pembukaan”  XX ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Pengurus Besar dan Pengurus Cabang PMII, yang di gelar dibeberapa titik lokasi Samarinda, Batam, Bekasi, Lombok, Kendari, dan pusatnya berada di Gedung Kesenian Balikpapan Kalimantan Timur.Ditengah-tengah berlangsungnya acara Presiden Joko Widodo membuka dan meresmikan Pembukaan Kongres XX serta menyampaikan “Saya percaya kongres PB PMII kali ini akan menghasilkan program-program strategis yang bisa menjawab masalah kemahasiswaan, masalah kemasyarakatan dan masalah kebangsaan, untuk mewujudkan kemajuan PMII di masa depan. Agar tetap tegak berdiri dan memberikan makna penting bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia Kader-kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi organisasi yang inovatif dan adaptif. channal Youtube Sekretariat Presiden.” Jelasnya.

Tentu yang disampaikan presidan Joko Widodo, sangatlah menarik, dengan banyaknya degradasi kader PMII saat ini, sangat kurang kompeten dalam menjalankan roda organisasi yang inovatif dan adaptif. Sambutan ini perlu direnungkan oleh seluruh sahabat-sahabati semuanya, jangan hanya menjadi renungan tentunya menjadi stimulus agar benar-benar di implementasikan visi dan misinya.

Dalam Kongres XX ini, kurang lengkap rasanya jika sang Ketua PB PMII, tidak memberikan sepatah kata, dalam akhir masa jabatannya, Agus Herlambang, menyampaikan “Perlu saya sampaikan selama 4 tahun di kepimimpinan kami ini, bahwa PMII tidak hanya ada dari Sabang sampai Merauke, namun PMII, juga hadir di luar Negeri. Ada di Maroko, Jerman dan Taiwan. Maka dari itu mudah – mudahan kongres XX ini bukan hanya perkara, regenerasi dan bukan urusan kepemimpinan yang berganti, namun lebih dari itu. Bahwa PMII, yakin dan mampu memberikan sumbangsih serta kontribusi kepada ibu pertiwi,”ujarnya.

Bisa dis harapan dari Ketua PB PMII, dan seluruh pihak berharap kongres XX ini bukan hanya momentum seremunial dalam pergantian kepemimpinan organisasi dan juga bukan hanya ajang kesadaran namun semua berkeinginan agar PMII, berikrar untuk menjadi organisasi maju menuju peradaban Indonesia yang baru.

Salah satu Pimpinan Cabang PMII Jember, Baijuri saat di hubungi tim agitasi.id, “memberi penjelasan bahwa kongres XX ini harus menjadi tumpuan awal bagi kader PMII, dalam mewujudkan peradaban baru, apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini. Pola perkembangan intelektual dan teknologi harus berjalan seimbang agar PMII mampu menjawab tantangan global, dan membenahi masalah degradasi yang terjadi, khususnya pada kaum milenial. Organisasi maju untuk peradaban baru, semoga bukan sekedar tema besar dalam kongres kali ini, adalah harapan dan hanya do’a agar benar-benar mencetak surat kader PMII, yang berkualitas sesuai dengan tujuan PMII itu sendiri, sehingga membentuk peradaban baru yang diharapkan oleh semua kalangan “.

Pewarta: Widya Rahmawati & ENH

Editor: Kru agitasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.