JEMBER, AGITASI.ID – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, akan mewujudkan Dasa Cita Rektor 2023-2027 terkait Green and Smart Campus. Cita-cita menjadi Green Campus atau kampus hijau tersebut menuai respon dari kalangan mahasiswa.
Muhammad Khusna Amal, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS, menyampaikan bahwa Green Campus itu, menjadi pengetahuan dasar yang harus ditanamkan dan dipahami seluruh civitas akademika.
“Kami ingin semua unsur di kampus menyadari pentingnya ekologi. Menjaga lingkungan itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga bagian dari cara kita menuntut ilmu,” kata Amal saat ditemui Agitasi di Ruang Rektorat, pada Selasa 4 November 2025.
Upaya perbaikan tata ruang mulai dirancang oleh Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa di UIN KHAS Jember.
Akhir tahun 2025 ini, UIN KHAS akan bekerja sama dengan konsultan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, untuk merapikan tata ruang kampus mulai dari perluasan area parkir, penataan jalur, hingga menambah ruang hijau kampus.
Salah satu tempat yang terlihat tandus, seperti area parkir depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Lebih lanjut, Amal menjelaskan bahwa area tersebut dulunya sudah ditanami pohon, namun karena ada pembangunan gedung baru, sehingga beberapa tanaman tidak bisa terselamatkan. Tahun depan, tempat itu menjadi prioritas penghijauan kembali.
“Penataan itu wewenang Wakil Rektor II, tapi kami bersama-sama memastikan kampus punya ruang yang sehat, teduh, dan enak dipandang,” tutur Amal.
Pimpinan UIN KHAS juga menyusun strategi agar nilai-nilai ekologis dimengerti dan menjadi bagian dari pemahaman umum mahasiswa.
Amal menyebut beberapa fakultas mulai memasukkan konsep ekoteologi dalam kurikulum. Para dosen didorong untuk menyisipkan pesan-pesan ekologis di setiap penyampaian mata kuliah.
Selain itu, untuk mahasiswa baru saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), telah diberi materi ekoteologi dan pentingnya menjaga lingkungan.
“Harapannya, cinta lingkungan itu ditanamkan sejak awal. Agar para mahasiswa bisa memahami bahwa hal tersebut bukan sekadar teori, tapi jadi budaya berkelanjutan,” tutur Amal.
Kompetisi Lingkungan Hijau Fakultas
Amal menyadari cita-cita menuju Green and Smart Campus dapat diwujudkan dengan kesadaran bersama. Ia mengatakan kemungkinan akan mengadakan kompetisi antar fakultas dan lembaga terkait pencapaian lingkungan hijau.
“Nanti bisa dilihat siapa yang paling serius membenahi kekurangan masing-masing, dan lembaga mana yang sudah masuk lembaga hijau,” tuturnya.
Beberapa langkah sudah dilakukan oleh pimpinan UIN KHAS dalam membangun nuansa hijau, tetapi masih menghadapi tantangan yang rumit.
Salah satunya sampah. Meskipun pihak kampus sudah menyediakan klaster sampah organik dan plastik di tempat strategis, tetapi perilaku warga kampus perlu diperkuat melalui peraturan agar bisa ikut andil dalam pengelolaan sampah. Selain itu, persoalan air juga menjadi permasalahan serius.
UIN KHAS Jember berencana akan membuat pemetaan sumber air, meningkatkan pengelolaan limbah cair, hingga mendistribusikan air untuk warga sekitar, agar tidak bergantung sepenuhnya pada sumber alami setempat.
Butuh Komitmen dari Pimpinan Kampus
Sementara itu, Dion Adi Pratama, Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara, menilai bahwa pengelolaan sampah, energi, dan transportasi perlu mendapat perhatian khusus.
“Motor yang pakai knalpot bising itu bikin polusi, mungkin kampus bisa bersikap tegas akan hal itu. Terus kampus bisa buat bank sampah yang hasilnya bisa diolah jadi barang layak jual. Itu kan sekaligus edukasi, bisa juga mengadalkan panel surya sebagai sumber energi utama agar lebih ramah lingkungan,” kata Dion kepada Agitasi, Kamis, 11 Desember 2025.
Dion menyoroti kondisi parkiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang sering becek dan banjir.
“Kalau hujan, itu area bisa tergenang sampai-sampai ada motor mahasiswa yang ditinggal semalaman nunggu surut. Perlu banget dibenahi,” katanya.
Menurut Dion, UIN KHAS Jember punya peluang besar menjadi Green and Smart Campus, apabila pembenahan itu dilakukan secara menyeluruh dan konsisten.
“Kalau itu semua diperbaiki, aku yakin UIN bisa banget jadi kampus Green and Smart Campus. Potensinya ada, tinggal komitmennya diperkuat,” tegasnya.
Reporter dan Penulis: Nadila Sania
Editor: Fadli Raghiel