agitasi.id – Umat islam merupakan benteng agama di seluruh dunia, sebagaimana dengan kebesaran agama Islam itu sendiri, bisa banyak dirasakan oleh seluruh masyarakat islam pada umumnya dengan adanya hari yang disebut dengan kemengangan umat islam, dalam hal ini banyak menuai respon fositif bagi kalangan masyarakat dan para ulama, di seluruh penjuru dunia, sebelum tiba pada hari raya idul fitri, umat islam berjuang selama satu bulan menahan lapar, dahaga dan nafsu, sungguh sangat berat tantangannya untuk melewtinya, namun hal ini bukan menjadi titik permasalahan bagi kalangan umat islam yang sudah menjadi sakralitas dalam kehidupannya.

Momentum hari raya idul fitri, ini sebagai tradisi masyarakat Indonesia dan  seluruh dunia pada umumnya, untuk saling memberi ucapan selamat di hari raya, dan mereka nantinya saling bertukar ucapan.

Kebiasaan ini nyatanya mampu mempererat tali silaturrahmi antar sesama umat beragama islam, denagan melalui ucapan selamat itu. Kita juga bisa menyampaikan ucapan maaf-maafan atas segala kesalahan yang pernah lakukan, kini sudah menjadi darah daging bagi umat islam dalam setiap hari kemenangan.

Namun tidak hanya itu dalam hari kemenangan ini, namun banyak hal yang dinilai lebih baik untuk di lakukan dalam kebaikan, contohnya dalam melakukan sunnah-sunnah yang di anjurkan oleh Rasul sebelum melakukan sholat Eid, mandi sebelum berangkat kemasjid, memakai pakaian terbaik, dan wangi-wangian, bersegera ke masjid, disunnahkan sarapan sebelum berangkat kemasjid dll.

Ada beberapa ucapan yang sering di dengar di hari Raya idul fitri

  1. Dalam kerendahan hati, ada ketinggian budi. Dalam kemiskinanan ada kekayaan jiwa, hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqobbalallahuminna wa minkum, allahummah taqobbal ya karim. Selamat hari raya idul fitri, minal aidzin walfa idzin, mohon maaf lahir dan batin
  2. Sealamat hari raya idul fitri every one. Mohon maaf atas segala kesalahan dan khilafan. Mari kita sambut hari kemenagan ini dengan penuh kebahagiaan
  3. Selamat hari raya idul fitri “bila idul fitri lentera, izinkan buka tabir dengan mohon maaf, agar cahaya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf.

Dalam agama islam mohon maaf atau saling bermaafan saat lebaran hukumnya tidak di wajibkan, tidak sunnah, dan juga tidak haram namun hukum nya boleh (mubah). Dalam islam memerintahkan minta maaf kapan saja berbuat salah tidak harus menunggu hari-hari tertentu seperti hari lebaran! Tapi, bermaafan saat lebaran pun tidak ada larangan. Ini hanya tradisi baik dan tidak ada dalil yang melarangnya. Sebenarnya klo dalam Masyarakat Madura pada umumnya ucapan tersebut tidak cukup untuk merendam silaturahmi akan tetapi lebih pada subtansi dengan cara bertemu langsung antar saudara dengan membawa kabar baik untuk  silaturrahmi.

Yang paling utama klo soal bermaafan adalah keikhlasan hati untuk memberi maaf, dalam (Q.S Al-a’raf 199),

خُذِالْعَفْوَ وأمرْبِالعُرْفِ وأَعرِضْ عَنِ الجَاهلينَ

“jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang menegerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang bodoh,” (Qs.Al ‘Araf 199).

Selain dari itu umat islam, dianjurkan untuk menyambut hari raya idul fitri ini untuk berbahagia, dan jadikan kehidupan dalam membuka lembaran baru sebagai keluar dari bulan yang penuh ampunan. Bahkan ada hadist yang menjelaskan bagi umat islam yang ibadahnya sempurna, selama dalam bulan suci romadhan maka ia seperti bayi yang beru lahir dari Rahim orangtuanya.

Mari kita saling mema’afkan dengan penuh keikhlasan dalam menjalani persaudaraan yang diridhoi oleh Allah SWT, Aamiin.

Penulis : Ach Chotib dalah kader PMII Rayon Syariah IAIN Jember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.