Jember, agitasi.id – Siapa sangka, aktivis dan akademisi juga bisa berjalan beriringan dengan karirnya. Banyak Argumen bahwa seorang aktivis akan membina waktunya untuk organisasi dan tugas kuliah, kini disangkal oleh dosen Fakultas Syariah IAIN Jember, Dr. Hj. Qurrotul Uyun, SH., MH. Tak tanggung-tanggung, tanggung jawab gelar doktor di usia yang sangat tidak seperti pada umumnya usia 27 tahun diraihnya dengan nilai cumlaude.

Perempuan berparas cantik itu aktif dalam suatu organisasi, di antaranya PMII Unej, FK2H Unej, IKA Undip, AP-HTN HAN, Pembina KOMPRES IAIN Jember, dan masih banyak lagi. Dia mengatakan bahwa “Antara aktivis dan akademis harus berjalan beriringan, menemukan pelajaran di kampus dan diterapkan di luar kampus dengan para aktivis lainnya. Itu yang menjadikan ilmu selalu bertambah dan berkembang, “tegasnya uyun.

Menjadi aktivis tidak mempengaruhi semangat untuk tetap mengembangkan sisi akademisinya. Baginya menjadi mahasiswa saja tanpa menjadi seorang aktivis dan organisasi kurang lengkap rasanya, karena seperti mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) yang hanya masuk kuliah lalu pulang kos. Pengklasifikasian antara aktivis dan akademis lulus mahasiswa untuk memilih salah satunya. Belum lagi apa yang dikonsumsi dari seniornya. Banyak kita temui di masa sekarang seorang aktivis yang percaya dirinya mengatakan bahwa kuliahku keteteran. Bukan tidak mungkin jika kalimat tersebut di konsumsi oleh orang yang salah.

Tak dapat dipungkiri bahwa yang membantu dalam rapornya ini adalah apa yang didapatnya dari organisasi. Seperti yang diperoleh dari wawancara dari tim agitasi.id, bahwa ada beberapa nilai penting yang jarang didapatkan di bangku kuliah. “Kecakapan berorganisasi dapat mengantarkan pada peningkatan keilmuan, perluasan jejaring, kemandirian, peningkatan kemampuan untuk bersosialisasi serta keberanian diri untuk tampil di publik,” ujar Uyun.

Semoga nantinya banyak tokoh seperti Dr muda tersebut, kembali lagi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Dengan berlabel kualitas yang baik antara aktivis dan akademisi.

Saat ini, Dr. Uyun, merupakan doktor termuda di lingkup instansi IAIN Jember. Dalam prestasi yang diraih saat ini cukup semangat juang cita-cita bagi para mahasiswanya. Melihat dari karir dan pengalamannya Dr. Uyun bisa membuktikan bahwa sesuatu yang dia dapat organisasi akan berguna setelah apa yang di peroleh bisa dicapai dengan baik.

Tidak hanya itu saja hal ini juga menjadi perhatian dosen-dosen muda yang lain untuk bisa lebih semangat dalam mengembangkan prestasinya. Tentu dengan bertambahnya jumlah dosen yang bergelar doktor di IAIN Jember menjadi faktor pendukung proses transformasi peralihan IAIN Jember menjadi UIN KHAS (KH Achmad Siddiq) yang lebih berkualitas.

Pewarta: Binti Novitasari

Editor: ENH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.