Jember, agitasi.id – Masyarakat, pada umumnya tidak lepas dari transaksi jual-beli. Baik di pasar tradisional maupun modern, pun demikian dengan masyarakat senaken. Aktivitas masyarakat desa Senaken pada pagi hari ialah ke pasar, baik sebagai konsumen maupun produsen. Bahkan, ada juga yang datang sejak dini hari. Pasalnya masyarakat desa Senaken umumnya, dan pembakul pada khususnya, mereka tidak ingin kehabisan sayur serta ikan segar.
Aktivitas pasar Senaken sama layaknya pasar di daerah lain. Ramai dan padat. Namun dari aktivitas pasar tersebut banyak membuat tumpukan sampah. Serakan sampahnya bukan hanya plastik, juga asa sampah telur, pisang busuk, sisa sayur kemarin sore, sampai cabe busuk. Beberapa Tong sampah yang ada di setiap sudut pasar sudah tidak muat menampung banyaknya sampah pasar Senaken. Sehingga tidak sedikit dari sampah itu sampai ke tepian jalan. Hal demikian tidak hanya terjadi dua atau tiga kali saja, melainkan tak terhitung kalinya, berkali-kali. Timbunannya sudah hampir menyamai bukit Teletubbies.
Kebiasaan masyarakat yang kurang baik ini, perlu mendapat perhatian lebih dari petugas yang berwajib. Bisa saja, tidak menutup kemungkinan masyarakat pasar Senaken tidak tau akibat dari kotornya lingkungan terhadap kesehatan. Darinya, harus ada penyuluhan ke pasar-pasar. Banyaknya sampah ini berbanding lurus dengan banyaknya lalat, sehingga bisa menanamkan bibit penyakit bagi siapapun.
Ditambah dengan keadaan pasar ikan, yang becek membuat lalat terbang dan menghinggapi beberapa barang pasar. Memakai maskerpun tidak menjamin kita bisa menghindari bau sampah, dari saking tajam baunya. “Ah ini bau apa? Apa iya ikan ini sudah berbau busuk,” ucap salah seorang bakul sayur yang fokus melihat pada ikannya pada Senin, 3 mei 2021.
Meski Banyak petugas kebersihan, sepertinya petugas kebersihan pasar Senaken tidak cukup menjadi solusi atas semua ini. Seperti problem menumpuknya sampah tidak hanya terjadi di pasar Senaken saja. Juga di pasar lain terjadi masalah yang demikian. Apa faktor yang menjadi penyebab tumpukan sampah ini? Kesadaran masyarakat kah? Atau hal ini disengaja oleh masyarakat karena mereka kesal, emosi, lantaran pasar lewat dari perhatian pemerintah daerah.

Pewarta : Annisa
Editor : Riyadi Muhammad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.