GMNI ITS Mandala Jember Gelar Seruan Aksi Solidaritas untuk Indonesia Timur

Pembacaan orasi saat acara aksi solidaritas di halaman ITS Mandala Jember (Foto: Nur Aini/Agitasi).
Pembacaan orasi saat acara aksi solidaritas di halaman ITS Mandala Jember (Foto: Nur Aini/Agitasi).

Jember, Agitasi.id – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala Jember, menggelar aksi solidaritas terkait ketimpangan pembangunan yang terjadi di Indonesia bagian timur.

Ketua DPK GMNI ITS Mandala Jember, Alexander Luciano Wele, mengatakan bahwa pembangunan yang berjalan di Indonesia masih tidak merata.

Bacaan Lainnya

“Banyak sekali kekurangan yang ada di (Indonesia) timur, seperti akses yang tidak dapat dijangkau, kurangnya psikolog untuk anak, kurangnya kedekatan pemerintah dengan masyarakat di daerah – daerah terpencil,” kata dia, kepada Agitasi, Jum’at (13/3/2026), pekan lalu.

Di sisi lain faktor pengangkatan isu tersebut, ditinjau dari adanya krisis penanganan di Pulau Jawa terkait kejadian beberapa bulan terakhir yang merenggut korban jiwa.

“Ada beberapa kejadian yang paling krusial, salah satunya adalah pembunuhan yang dilakukan oleh aparat,” kata salah satu anggota GMNI Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNEJ, Aldino Bili Paringga.

Lebih lanjut, menurut Alexander, seruan aksi solidaritas ini, sebagai langkah kecil menyuarakan bahwa saudara-saudara di Indonesia yang belum terpenuhi hak asasi manusianya.

“Ini tidak ada penggalangan dana, cuma sebagai penyadaran kepada publik, bahwasannya ini menjadi kepedulian kita pada masyarakat itu sendiri,” kata Alexander, saat ditemui di halaman kampus ITS Mandala Jember.

Rangkaian acara seruan aksi solidaritas tersebut, diisi dengan orasi, puisi, lagu-lagu perjuangan dan bagi-bagi takjil.

Alexander berharap dengan diadakannya seruan aksi, komisariat GMNI se-Jember bisa turut berpartisipasi dalam isu yang diangkat.

Baca Juga :  Gaya ‘Norak’ Promosi Ormek yang hingga Kini Tetap Diwariskan

“Harapan kami dengan adanya isu yang terjadi ini, sekiranya pemerintah bisa lebih buka mata kepada masyarakat di (Indonesia) timur. Bahwasanya infrastuktur pembangunan, sampai ke kesehatan bahkan pendidikan yang dibutuhkan, itu belum memadai di Indonesia timur,” tegasnya.

Penulis: Syarifah D. R. Nadiyah

Editor: Fadli Raghiel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *