Kapolres Jember Takut Menyetujui Pencopotan Kapolri Listyo Sigit

Jember, Agitasi.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember, AKBP Bobby Adimas Candra Putra, tidak berani menyetujui terkait pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang tertera pada tuntutan aksi demo pada Sabtu (30/08/2025) siang hari.

Aksi demo yang dilakukan oleh Amarah Masyarakat Jember (AMJ) membawa lima tuntutan, salah satunya pada poin keempat terkait pencopotan Kapolri karena telah gagal mengubah tindakan represif kepolisian.

Bacaan Lainnya

Pernyataan yang dilontarkan Kapolres Jember memicu kericuhan massa, karena tidak memberi alasan mengapa dirinya menolak membaca poin keempat dalam daftar tuntutan.

Koordinator lapangan (korlap) aksi demo, Abdul Aziz Al-Fazri mempertegas agar Kapolres Jember, perlu menjelaskan mengapa dirinya menolak membaca tuntutan pencopotan Kapolri.

“Saya yang akan bertanggung jawab, sampaikan kepada kapolres Jember tuntutan yang telah dibawa oleh amarah masyarakat Jember, harus ditandatangani jika tidak sepakat dengan poin keempat tidak masalah. Tapi harus dijelaskan kepada publik alasan mengapa ia menolak hal itu, apakah karena takut Sigit adalah atasannya atau malah takut jabatannya dicopot,” kata Aziz.

Massa aksi AMJ kemudian mendesak akan menjemput paksa Kapolres Jember untuk menjawab penolakan tuntutan pencopotan Kapolri. Namun, tidak berselang lama, AKBP Bobby menemui kembali massa aksi dan menyampaikan alasan penolakan pencopotan tersebut.

“Saya selaku Kapolres Jember mendukung aspirasi adek-adek mahasiswa, kecuali nomor empat terkait pencopotan jabatan bapak Kapolri. Beliau adalah pimpinan saya, adapun peraturan undang-undang yang mengatur terkait jabatan beliau, adalah kewenangan dari Presiden, sehingga kami tidak memiliki kewenangan dalam jabatan bapak Kapolri, karena beliau pimpinan kami, apabila diizinkan  kami akan tanda tangan kecuali nomor empat, mohon maaf, kami coret,” kata AKBP Bobby.

Baca Juga :  Polsek Balung Lelet, Kopri PMII Jember Desak Segera Tangani Kasus Kekerasan Seksual

Penolakan yang disampaikan oleh Kapolres Jember membuat massa aksi merasa kecewa.

“Kami akan terus menyuarakan, kami sendiri melihat, semenjak Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjabat di tahun 2021 hingga detik ini, persoalan-persoalan represi kekerasan terhadap warga sipil, itu sangat marak dan terus meningkat jumlahnya. Sehingga kami merasa bukan waktunya, untuk Kapolri hanya sekedar meminta maaf dan menangis tapi harus mundur untuk dicopot dari jabatannya. Namun, sangat disayangkan Kapolres Jember itu malah kemudian memberikan satu statement yang sangat mengecewakan kami, ia takut pada poin empat dikarenakan ada jabatannya yang harus dijaga,” kata Aziz.

Reporter dan Penulis: Asri L. S dan Nadila S

Editor: Fadli Raghiel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *