IKA PMII Jember Disebut SDM Rendah oleh Warganet Lantaran Pasang Spanduk Tolak Pembangunan Alun-Alun Jember

Ilustrasi Agitasi.id

Agitasi.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember baru-baru ini memasang spanduk penolakan pembangunan Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Spanduk bertajuk “Tolak Pembangunan Alun-alun Jember (Gayane Keren, Rakyate Ora Kopen)” ini terpampang di persimpangan Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kaliwates.

Bacaan Lainnya

Namun saat spanduk ini mulai viral di media lokal, justru beberapa netizen nilai laku tersebut tak etis, bahkan sempat menyebut sdm rendah.

Seperti halnya pada postingan akun instagram @jemberwonderful (8/06/2024), yang mengunggah foto spanduk tersebut dan mendapatkan ratusan komentar dari para warganet.

SDM RENDAH, GAUSAH MENGATAS NAMAKAN IKATAN IKATAN TAEK, ALUN ALUN APIK YO PASTI KOEN KABEH SENENG PASTI KARO FOTO-FOTO TOLOL, GA KOPEN NANG RAKYAT? LEK KOEN DULURE PEJABAT YO DIOPENI TOLOL…,” komentar @setyoagungdc_ yang tersemat paling atas.

Komentar Netizen pada Akun Instagram @Jemberwonderful

Tak hanya itu, beberapa komentar warganet lainnya juga banyak mengkritik pemasangan spanduk tersebut.

“Sdm rendah, kota diperbagus malah menolak, harunsya bangga karena dana daerah di pergunakan dengan baik,” tulis @mars_tzy24.

“IKA PMII ngelawak, Alun-alun atau taman kota bukanlah tempat untuk berjualan. Alun-alun direnovasi di dalam tanpa pedagang, tapi dibikin di luar area taman kan bisa, contohnya jalan depan kantor bupati itu lah kan luas…” tulis @dedhikk_07

Dikutip dari kanal media babelku.com media, Ketua IKA PMII Jember sendiri, Ahmad Hadinudin menjelaskan bahwa Pemkab adalah penataan untuk para pedagang, bukan justru melarang untuk berjualan di Alun-alun.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Di Tengah Cuaca Hujan Ekstrem

“Saya dengar pedagang akan dipindah ke jalan Kartini, itu bukan solusi karena itu jalan untuk kendaraan, nggak ada orang jalan kaki, imbasnya jelas menambah kemacetan dan pedagang sepi pembeli” Jelas Hadinuddin pada tulisan redaktur bibel. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *