Ekoteologi Ramai Disorot di PBAK UIN KHAS Jember, Pendeta GKJW: Program Prioritas Baik Disosialisasikan pada Tempat Ibadah

Sambutan Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hefni Zein, saat acara opening PBAK sedang berlangsung, Selasa (19/08/2025).

Jember, Agitasi.id – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, telah selesai melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang dimulai sejak tanggal 19 sampai 22 Agustus 2025.

PBAK tersebut mengangkat tema “Ekoteologi: Kritik terhadap Kapitalisme Ekologis dalam Wacana Pembangunan Global”.

Bacaan Lainnya

Alasan mengangkat tema Ekoteologi, karena ada beberapa hal yang merujuk pada Dasa Cita (sepuluh cita-cita) UIN KHAS Jember salah satunya Green and Smart Campus. Selain itu juga bentuk dukungan pada Program Prioritas Kementerian Agama.

“Tema ini diambil pertama, merupakan perwujudan dari Dasa Cita Rektor UIN KHAS Jember, yakni pada point ke-8 yakni Green and Smart Campus. Jadi semua kegiatan yang ada di kampus tidak boleh keluar dari Dasa Cita. Pada PBAK tahun ini, kami masukkan sebagi bentuk wujud dari green and smart campus, dan selanjutnya UIN KHAS Jember berada di bawah naungan Kementerian Agama, dengan membangun Program Prioritas yang ada pada poin ke dua pada penguatan ekoteologi, dua alasan tersebut menjadi landasan kita untuk mengangkat tema sentral pada PBAK 2025,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama UIN KHAS Jember, Khairul Faizin saat dikonfirmasi Agitasi, pada Selasa (19/08/2025).

Menurut Faizin penerapan Ekoteologi, sesuai Dasa Cita UIN KHAS yang sudah ada sejak tahun 2023 ketika rektor baru UIN KHAS menjabat.

Faizin menjelaskan bahwa adanya tema PBAK tersebut bukan untuk ikut tren sesaat, namun bentuk praktik realitas kehidupan sekarang.

Baca Juga :  Cerita Babun Rahman yang Merangkap Kerja Jadi Petugas Kebersihan Pasar Tanjung    

Gagasan Ekoteologi sedang ramai dijadikan program pada lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Sementara itu, berbeda dengan lembaga agama lain di Indonesia, termasuk pada Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jember.

“Kalau terkait dengan Kemenag mungkin bisa dikonfirmasi apa saja program dari Kemenag, sejauh yang saya tahu, program gereja kami tidak terkait dengan Kemenag tapi dengan Sinode (majelis atau dewan dalam Gereja Kristen). Menurut saya, jika program ekoteologi merupakan program prioritas, baik jika disosialisasikan kepada gereja atau tempat-tempat ibadah supaya bisa menjadi agenda dan program bersama,” ujar Pendeta GKJW Jember, Kukuh Iman Kristiawan kepada Agitasi, Rabu (20/08/2025).

Pendeta Kukuh menyampaikan kalau Program Prioritas Kementerian Agama belum masuk ke gereja. Menurut dia menanggapi gagasan ekoteologi saat ini bukan lagi ide, tetapi memang sudah waktunya operasional secara masif.

Dia berharap program itu bisa diwujudkan secara berkelanjutan dengan target capaian tertentu, sehingga ada hasil dan progres yang maksimal.

Reporter dan Penulis: Asri Lailatus Sa’adah

Editor: Fadli Raghiel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *