Komunitas Lingkungan Lestari Jember Galang Solidaritas dan Aksi Pembuatan Biopori

Para anggota Komunitas Lingkungan Lestari, saat melakukan pembuatan Biopori, pada Jum'at, 13 Februari 2026. (Foto: Ilyas A. Syahroni/Agitasi).

Kaliwates, Agitasi.idKomunitas Lingkungan Lestari mengadakan kegiatan galang solidaritas dan aksi pembuatan Biopori di sekitar Mangli, Kaliwates, Jember.

Biopori merupakan lubang serapan air yang dapat meningkatkan daya resap air pada tanah. Salah satu teknik untuk menghadapi air yang menggenang, dan bisa menjadi tempat pengolahan sampah organik.

Bacaan Lainnya

Abdul Muis, Pegiat Komunitas Lingkungan Lestari, mengatakan bahwa kesadaran terhadap lingkungan sangat penting, dengan dimulai dari perubahan kecil.

“Banyak pandangan, bahwasanya bencana alam disebabkan oleh hal-hal yang berskala besar. Sedangkan hal-hal yang skalanya kecil, seperti praktik manusia dan tindakan manusia terhadap alam, seperti halnya praktik masyarakat di Jember, terutama bagian hulu yang para petaninya berinteraksi dengan sungai, hal itu jarang difikirkan, sehingga kita saat ini mencoba dengan gerakan atau tindakan-tindakan kecil seperti pada hari ini (pembuatan Biopori),” kata Muis kepada Agitasi, pada Jum’at, 13 Februari 2026, pekan lalu.

Lebih lanjut, Muis  menjelaskan bahwa setelah pemasangan Biopori, akan diberi ekoenzim yang berguna untuk menguraikan sampah dan diambil sebagai penyubur tanaman.

Sementara itu, Afif Fadly, salah satu Anggota Komunitas Lingkungan Lestari, menyampaikan pembuatan Biopori memang relevan dengan keadaan Jember saat ini, karena kerap kali diguyur hujan deras.

Kawasan Desa Mangli, khususnya di sekitar Jalan Jumat hingga pemukiman warga selalu menjadi langganan banjir dan genangan air.

“​Satu tahun itu bisa berkali-kali banjir kalau hujan deras. Kasihan para pedagang di sini, aktivitas ekonomi mereka jadi terhambat karena genangan air,” ujar Afif.

Baca Juga :  Meski KPPS Jadi Menantu Idaman, Mereka Boleh Bercanda Asal Tetap Netral

Menurut Afif, aksi pembuatan Biopori memang kegiatan yang berskala kecil, dan hanya ada di sepuluh titik sebaran tempat yang banjir. Namun, kata dia meskipun kecil akan berdampak besar bagi masyarakat setempat.

Komunitas Lingkungan Lestari telah memasang sekitar 10 titik Biopori, yang dimulai dari pinggir Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, hingga ke arah pemukiman warga

Harapan dari kegiatan ini bisa menjadi pemantik bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Penulis: Asri Lailatus S

Editor: F. Raghiel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *