Sema-Dema Fakultas Syariah Soroti Transparansi dan Pengabaian Lembaga Intra Mahasiswa

Jember, Agitasi.id- Senat Mahasiswa Fakultas Syariah (SEMA F) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMA F) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Menyoroti ketiadaan transparansi dan pengabaian kehadiran kelembagaan Intra Mahasiswa Fakultas Syariah dalam kegiatan Gugus Mutu pada Kamis 11 Juni 2026.

Sebelumnya, SEMA F melalui Komisi D Advokasi telah membuka pusat informasi berupa kode pemindaian (barcode) untuk menampung seluruh aspirasi mahasiswa, mencakup aspek akademik, pelayanan, sarana prasarana, hingga masalah lahan parkir mahasiswa.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah menampung aspirasi lewat information center, dikonsolidasikan dengan HMPS, baru disampaikan kepada pimpinan fakultas. Namun sangat disayangkan  sampai saat ini tidak ada transparansi progres, baik berupa dokumentasi perbaikan sarana prasarana maupun surat tindak lanjut terkait dosen yang tidak sesuai kompetensi,” ujar Hailal Alfaregi Ketua DEMA F ketika ditanya Agitasi pada Kamis, 11 Juni 2026.

Salah satu poin yang disorot adalah pernyataan Dr. Busriyanti, M.Ag. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Faultas Syariah terkait perkuliahan malam. Pimpinan menyebut akan menghentikan praktik tersebut jika dilaksanakan secara luring, namun masih memberi toleransi jika daring. Pernyataan ini dinilai tetap menormalisasi praktik yang justru dikritik mahasiswa.

“Kami mempertanyakan, jika dikatakan kuliah malam boleh asal daring, berarti Ibu masih menormalisasikannya. Padahal masalah utamanya adalah jam perkuliahan yang melampaui jam kerja resmi universitas, sehingga memecah fokus mahasiswa antara kegiatan akademik maupun diluar akademik,” tegasnya.

Pada audiensi, Hailal juga menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta penyelesaian seluruh persoalan mendasar paling lambat sebelum Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) agar mahasiswa baru angkatan 2026 mendapatkan sarana dan prasarana yang layak. Hingga kini, tuntutan tersebut belum menunjukkan kejelasan.

Baca Juga :  NYINYIR POLITIK MAHASISWA, SEKELAS NASIONAL !

Salah satu masalah yang masih terlihat nyata adalah kondisi lahan parkir yang tidak rata, berlubang, dan tidak nyaman digunakan.

Selain itu, Kamalul Hikmi selaku Ketua SEMA F, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap adanya Focus Group Discussion (FGD) yang di selenggarakan tim Gugus Mutu, tanpa melibatkan lembaga Republik Mahasiswa Fakultas Syariah, khusunya SEMA F dengan DEMA F.

“Kami dari kelembagaan Republik Mahasiswa Fakultas Syariah khususnya lembaga senator yang mana representasi dari wakil mahasiswa tidak di libatkan dalam forum tersebut dan tidak ada undangan masuk pastinya kami kecewa akan adanya hal tersebut. FGD tersebut yang di ketahui mengenai serap aspirasi, sedangkan aspirasi yang kami tabayyunkan kemaren sampai sekarang tidak ada tindak lanjut yang serius,” ungkapnya.

Sema-Dema Fakultas Syariah juga menegaskan, forum yang diselenggarakan seharusnya langsung memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, bukan dipenuhi materi pengantar yang dianggap kurang mendesak.

Seluruh aspirasi yang masuk harus ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar diulang-ulang tanpa ada penyelesaian.

Pimpinan fakultas diminta segera menindaklanjuti hasil audiensi secara transparan, mengevaluasi kinerja Gugus Mutu, serta melibatkan perwakilan mahasiswa secara resmi dan terstruktur dalam setiap kegiatan ke depan.

Penulis: Ridlo Syukron Fatahillah

Editor: Nadila Sania Sulistia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *