Program Satu Hari Tanpa BBM di UIN KHAS Menuai Respon Pro-Kontra Mahasiswa

Suasana mahasiswa saat menjalankan program satu hari tanpa BBM di UIN KHAS Jember (Foto: Nur Aini/Agitasi).
Suasana mahasiswa saat menjalankan program satu hari tanpa BBM di UIN KHAS Jember (Foto: Nur Aini/Agitasi).

JEMBER, AGITASI.ID – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, mengadakan program Satu Hari Tanpa Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, ternyata program ini menuai tanggapan pro-kontra dari mahasiswa.

Muhammad Khusna Amal, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengenbangan Kelembagaan UIN KHAS, menyampaikan bahwa salah satu program yang sesuai dengan Work From Home (WFH) efisiensi pemerintah, yaitu dengan mengadakan kegiatan Satu Hari Tanpa BBM.

Bacaan Lainnya

“Soal efisiensi dan juga terkait dengan WFH, maka salah satu kegiatan yang relefan Adalah satu hari tanpa BBM. Yang sangat relevan dengan kebijakan efisiensi pemerintah,” kata Amal saat ditemui Agitasi.Id diruang Rektorat, pada Kamis 16 April 2026.

Selain itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Nawawi juga mengatakan, salah satu bentuk dukungan dan komitmen Kampus UIN KHAS Jember, terhadap arahan pemerintah Presiden, mengenai penghematan BBM, pada seluruh instansi, yaitu dengan mengadakan Kegiatan Satu Hari Tanpa BBM.

“Pemerintah memberikan arahan, bahwa seluruh Instansi pemerintah , supaya melakukan penghematan terhadap penggunaan BBM. Komitmen kami, terhadap himbauan Pemerintah itu dan juga krisis energi yang terjadi saat ini, karena perang teluk, oleh karena itu kami membuat kegiatan Satu Hari Tanpa BBM,” ucap Nawawi saat dijumpai Agitasi.Id di Gedung Rektorat, pada Kamis 16 April 2026.

Lebih lanjut, Nawawi menjelaskan bahwa ada empat kegiatan yang dilakukan pada saat Hari Tanpa BBM. Yang pertama Goes, dimana Civitas Akademika dilarang menggunakan kendaraan bermotor di Area Kampus.

Baca Juga :  GMNI ITS Mandala Jember Gelar Seruan Aksi Solidaritas untuk Indonesia Timur

Kedua, Jalan Santai dan yang ketiga, memperkenalkan motor tanpa BBM (motor Listrik). Dan terakhir, diadakannya Bazar, yang berkedok untuk meningkatkan perekonomiannya UMKM sekitar kampus.

“Ini adalah bentuk pernyataan komitmen kami, bahwa kami mendukung penuh terhadap program pemerintah, yaitu penghematan BBM ini. Sekaligus mengkondisikan Kampus, para civitas Akademika, juga mendukung kegiatan penghematan ini,” ujar Nawawi

Nawawi juga menyatakan, bahwa program ini masih akan dirumuskan oleh pimpinan.

 “Bisa jadi mingguan, bisa jadi dua mingguan, bisa jadi bulanan. Tergantung dari kesiapan Civitas Akademika,” ungkapnya

Salah satu Mahasiswa UIN KHAS Jember, Pinkan Sofwil Widad Arifin, Semester empat, berpendapat bahwa, kebijakan yang diadakan oleh Kampus mengenai Hari Tanpa BBM, memiliki dua sisi yang berbeda. Secara positif, kebijakan ini baik karena dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan di area kampus.

Di sisi lain, terdapat juga dampak Negatif, yang cukup sangat dirasakan oleh Mahasiswa, Yaitu rasa Lelah akibat berjalan kaki atau mendorong kendaraan sepeda motor, terutama saat cuaca panas.

“Dari hal positif, kebijakan ini bisa mengurangi polusi, namun dari sisi negatifnya kita itu capek,” kata Pinkan, saat dihampiri Agitasi.Id, pada Kamis 16 April 2026.

Penulis: Nur Aini

Editor: Fadli Raghiel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *