Bebal! Penjaringan Rektor UIN KHAS di Luar Kota Lagi, Mahasiswa Siap Lapor Menteri dan Turun Jalan

Gambar Bebal! Penjaringan Rektor UIN KHAS di Luar Kota Lagi, Mahasiswa Siap Lapor Menteri dan Turun Jalan (Sumber: Isitimewa)

AGITASI.ID — Proses penjaringan calon Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali memantik amarah. Panitia Penjaringan (Panjar) dinilai bebal dan menutup mata terhadap aspirasi mahasiswa. Puncaknya, keputusan panitia menggelar sosialisasi visi-misi calon rektor secara eksklusif di Lumajang membuat Senat Mahasiswa (SEMA) meradang dan siap mengambil langkah radikal.

Ketua SEMA UIN KHAS Jember, Muhammad Oki Mabruri, menegaskan bahwa sejak awal proses penjaringan ini sudah cacat formil maupun etik, serta mencederai marwah kampus sebagai mimbar transparansi. Menurutnya, Panjar rektor Bebal.

Bacaan Lainnya

“Pemilihan Rektor yang seharusnya menjadi proses sakral, bermartabat, dan partisipatif, justru direduksi menjadi panggung keangkuhan yang menabrak nalar, etika, dan asas kepatutan. Mereka bebal!” tegas Oki dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Kecacatan fundamental tersebut, menurut Oki, terlihat dari penyusunan kepanitiaan yang sarat konflik kepentingan. Salah satu pelanggaran paling fatal adalah dimasukkannya unsur Satuan Pengawasan Intern (SPI) ke dalam struktur panitia yang jelas-jelas merusak asas independensi.

Keberingasan birokrasi ini diperparah dengan ‘pengasingan’ agenda sosialisasi.

“Kami dihadapkan pada keputusan yang sangat tidak masuk akal: pelaksanaan sosialisasi Visi dan Misi Calon Rektor yang sengaja dijauhkan dari mahasiswanya dan dieksklusifkan di Lumajang,” ungkap Oki.

Sebelumnya, SEMA telah menempuh jalur birokratis dengan mengirimkan nota keberatan resmi. Sayangnya, surat tersebut hanya dianggap angin lalu. Sikap abai ini dinilai mahasiswa sebagai upaya sadar panitia untuk membunuh ruang aspirasi.

Baca Juga :  Tuntutan Aksi PMII Disepakati, DPRD Jember Tanda Tangani Pakta Integritas

Merespons kesewenang-wenangan yang terus berlanjut, SEMA UIN KHAS Jember menyatakan penolakan mutlak atas agenda di Lumajang karena mencederai UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lebih dari itu, mahasiswa siap mem-bypass panitia dengan membawa masalah ini langsung ke pusat.

“Sebagai bentuk penyelamatan UIN KHAS Jember, Senat Mahasiswa akan segera menyusun dan mengirimkan laporan pelanggaran ini secara resmi langsung kepada Menteri Agama Republik Indonesia,” kata Oki.

Tak tanggung-tanggung, ia juga memastikan bahwa pihaknya akan “sertakan laporan riwayat pelanggaran dan rekam pidana para calon rektor” agar Menteri Agama dapat meninjau rekam jejak para kandidat secara komprehensif.

Langkah preventif ini diambil mahasiswa agar kekacauan dan konflik pemilihan rektor yang pernah mencoreng nama UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tidak merembet ke Jember akibat syahwat politik segelintir oknum. SEMA pun memberikan ultimatum keras jika panitia tetap melanjutkan watak tiraninya tanpa evaluasi total.

“Kami tidak akan ragu untuk turun ke jalan, mengonsolidasikan aksi massa besar-besaran, dan melumpuhkan arogansi birokrasi demi merebut kembali kedaulatan kampus,” ancamnya.

Perlawanan mahasiswa UIN KHAS ini ditutup dengan sebuah pesan yang tajam dari Oki bagi para elit kampus yang sedang bermanuver.

“Kebenaran mungkin bisa dibungkam di meja panitia, tetapi akan selalu menemukan jalannya. Itu yang terus kami yakini. Semoga usaha ini diridhoi dan kampus kami dijaga oleh Allah,” pungkasnya. (FA/MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *