AGITASI.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jember mengakibatkan air Sungai Bedadung membanjiri perumahan warga, pada Senin, 15 Desember 2025.
Dampak banjir yang seharusnya memerlukan penanganan berlanjut, Bupati Jember Muhammad Fawait justru menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait tiket wisata Pantai Papuma, dengan PT. Palawi Risorsis dan Perum Perhutani, pada Jum’at, 19 Desember 2025.
Tercatat ada 1.428 kepala keluarga terdampak, terhitung juga kelompok rentan seperti 94 lansia, 42 balita, tiga ibu hamil, dan 30 santri.
Alfin Maulana, Koordinator Aliansi BEM Jember merespon langkah Bupati Fawait dalam penanganan banjir yang telah merusak lingkungan warga.
“Kami tidak anti pariwisata dan tidak menolak MoU Papuma. Tapi hari ini Jember sedang menghadapi krisis pasca banjir. Yang dibutuhkan warga bukan seremoni, melainkan kebijakan pemulihan yang nyata, perbaikan rumah, infrastruktur, dan jaminan keselamatan kelompok rentan,” kata Alfin.
Lebih lanjut, Alfin menilai respon pemerintah Kabupaten Jember sejauh ini masih cenderung bersifat simbolik dan reaktif. Misalnya, pemberian bantuan sembako saat malam hari di perumahan warga yang terdampak.
Menurutnya, langkah tersebut memang penting tanggap darurat, tetapi tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan struktural yang ditimbulkan oleh banjir.
“Sebab menyapa masyarakat di dini hari, tidak bisa memperbaiki rumah yang roboh, tidak bisa memulihkan akses jalan, dan tidak bisa menjamin banjir tidak terulang. Yang dibutuhkan adalah kebijakan jangka menengah dan panjang, terutama soal tata kelola lingkungan dan ruang,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa banjir yang melanda Jember bukan sekadar peristiwa alam, melainkan hasil dari akumulasi kegagalan tata kelola lingkungan, alih fungsi lahan, serta minimnya mitigasi bencana.
Sementara itu, pendatangan kerja sama wisata Pantai Papuma, perlu diposisikan sebagai bagian dari kerangka besar pembangunan berkelanjutan, bukan agenda yang berjalan terpisah dari realitas banjir.
Menurut Alfin, hal ini menjadi pengingat bahwa prioritas Kabupaten Jember pasca banjir itu pemulihan warga terdampak, perlindungan kelompok rentan, serta pembenahan tata kelola lingkungan.
Kontributor: Pengurus Aliansi BEM Jember
Editor: Fadli Raghiel