Jember,Agitasi.id- Mahasiswa dari lima fakultas yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan internal maupun ekstra kampus menggelar aksi tuntut transparansi Penjaringan Rektor yang dinilai tidak transparan. Aksi ini berlangsung di depan kantor Rektorat sejak pukul 16.00 WIB-Selesai. Pada Kamis (3/9/2026).
Fathurahman Pratama sebagai salah satu peserta aksi, menyampaikan bahwa mahasiswa tidak pernah mendapatkan pemberitahuan yang jelas mengenai proses penjaringan rektor.
Padahal menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dari universitas yang seharusnya mengetahui dan dapat mengakses informasi terkait proses pemilihan pimpinan kampus.
“Padahal dalam Undang-Undang dari statuta kami sudah jelas, bahwa mahasiswa juga berperan dalam bergulirnya segala bentuk kegiatan civitas akademika di kamups init,” jelas Fathur pada Agitasi.
Aksi ini memiliki jumlah massa kurang lebih mencapai 3.000 mahasiswa. Dalam orasi yang disampaikan oleh Izat Muhibbin Hubais selaku Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa (SEMA) UINKHAS sebagai perwakilan Mahasiswa, menyoroti minimnya informasi yang diberikan kepada civitas akademika, khususnya mahasiswa, terkait tahapan penjaringan rektor yang saat ini sedang berlangsung.
Sementara itu Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UINKHAS Jember, Muhammad Oki Mabruri menyampaikan bahwa aski ini digelar sebagai ungkapan kekecewaan mahasiswa terhadap sistim penjaringan rektor .
“ini inisiatif daripada temen-temen kelembagaan mahasiswa, juga dari organisasi ekstra yang mungkin ini sebagai bentuk keresahan kita sebagai mahasiswa. Karena hari ini ketidakjelasan posisi rektor dan proses penjaringan itu sendiri,” kata oki.
Bagi mahasiswa, keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan hak untuk mengetahui, tetapi juga menjadi syarat penting agar mahasiswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan kampus.
Bahkan menurut oki, pihaknya sebagai kelembagaan representasi Mahasiswa, merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan sosisalisasi dan pengumumman penjaringan rektor.
“bahkan kemarin kami sempat mendapat beberapa anomali yang mungkin kami tangkap ya, yang mana terjadinya proses sosialisasi rektor yang diadakan di lumajang, yaitu murni tidak ada pemberitahuan sedikitpun kepada mahasiswa,” jelasnya.
Selain menyuarakan kritik terhadap proses penjaringan rektor, aksi tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mengawal kebijakan kampus.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap pimpinan universitas dapat melakukan refleksi terhadap proses yang telah berjalan. Mereka meminta agar ke depan setiap kebijakan strategis, termasuk pemilihan rektor, dilakukan secara transparan serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika.
Penulis: Syarifah D.R Nahdiyah
Editor: Nadila Sania Sulistia