JEMBER, Agitasi.id – Platform Instagram UINKHAS Cantik adalah salah satu dari sekian akun kampus cantik yang merajalela di seluruh Indonesia. Akun semacam ini memang terkesan biasa-biasa saja, namun dari beberapa orang waras yang saya temui,  mereka sepakat mengatakan bahwa keberadaannya memang terbilang tolol.

Siapa yang tak mau dibilang cantik? Apalagi kecantikannya diakui oleh publik? Terutama oleh warga kampusnya sendiri. Namun apakah benar keberadaan media ini sebegitu renyah dikonsumsi publik? Tentu saja tidak. Pasalnya tak sedikit pihak sepakat bahwa sewarasnya persoalan kecantikan adalah hal yang relatif-subjektif. Adanya akun ini malah menggiring pemahaman khalayak umum untuk sepakat bahwa kecantikan ialah hal yang absolut-objektif. Sampai sini saja media ini sudah layak dibumihanguskan.

Tiga alasan yang memperjelas bahwa akun ini memang lebih banyak mendatangkan mudharat dan benar layak dihapuskan, simak paparan berikut:

  1. Menciptakan Standarisasi Kecantikan

Sekian foto yang telah diposting oleh UINKHAS Cantik hampir-hampir menggiring bahwa yang cantik itu putih, langsing, tinggi, dan beberapa di antaranya punya lesung pipi serta mengenakan outfit yang instagramable/tiktokable. Lalu bagaimana nasib cewek-cewek yang tak mengemban kriteria tersebut? apa mereka tidak cantik? Idealnya bagi saya pribadi “kecantikan bukan soal paras, melainkan hati”, meskipun kalimat tersebut terkesan lebay, tapi sampai hari ini tak sedikit laki-laki yang menyepakatinya.

Dari beberapa kenalan saya yang paham soal kecantikan dan pencetus teori-terori feminis, seperti Mary Wollstonecraft, Betty Friedan, bahkan sampai Raden Adjeng Kartini sekalipun, mereka semua sepakat bahwa tiap permpuan berhak dan wajib menciptakan standar kecantikannya sendiri, mengagumi dirinya sendiri, dan mencintai dirinya sendiri. Adanya UINKHAS Cantik malah menghegemoni ratusan perempuan di kampus saya untuk sepakat dengan standar kecantikan yang dibuatnya. Jelas saja hal ini memarjinalkan perempuan yang tak di postingnya. Ngawur bukan? Faktanya salah satu rekan perempuan saya yang tak diposting, spontan merasa tak cantik.

Adanya platform instagram @uinkhascantik ini merusak konsepsi cantik. Padahal telah tersepakati bersama kalau cantik itu  relatif-subjektif, tergantung pribadi yang menilai. Beda halnya dengan jelek, kalau jelek itu sudah jelas absolut-objektif tak terbantahkan. Lalu bagaimana mungkin sesuatu yang relatif dan subjektif kemudian diobjektifkan oleh si Admin  menjadi konsensus publik. Lantas apa kabar  nasib cewek yang tidak masuk kriteria standart cantik yang dibuat oleh Admin, bukankah ini menimbulkan diskriminasi. Oleh karenanya, akun ini memang lebih banyak mendatangkan mudharat dan benar layak dihapuskan atau dibumihanguskan.

  1. Memfasilitasi Kaum Buaya

Sudah hampir 3 tahun akun ini meringis di depan publik, menampilkan segenap foto perempuan yang cantik menurut adminnya sendiri. Tak paham betul genealogi akun ini muncul seperti apa, namun tanpa disadari di luar sana banyak lelaki berhidung belang yang sedang memburunya, jelas dari mahasiwanya sendiri, dan mungkin sampai pejabat kampusnya juga ikut menikmati hidangan kecantikan ini.

Jelas termasuk resiko pula akun ini menjadi lawan akan ruang aman bagi perempuan di kampus saya. Pose-pose yang bagi saya gawat dipandang mata, pastinya tak sedikit pria sedang menahan air liurnya, lebih-lebih sedang berencana mengincar targetnya yang telah tersediakan.

Jika memang akun ini tercipa sebagai fasilitas bagi kaum lelaki yang sedang mencari jodoh, seharusnya  wajib senada dengan kampus kita yang berembel-embelkan “Islam”, apalagi sekarang menyandang nama ulama besar. Benar-benar tak senonoh!

  1. Berpotensi Memantik Gerakan Kaum Maskulin

Dari ratusan foto yang telah diposting, tak menutup kemungkinan mereka semua dalam status single. Beberapa di antaranya pasti banyak yang sudah memiliki kekasih/pacar bahkan mungkin ada yang sudah bertunangan dengan lelakinya. Hal ini tentunya dapat memantik gerakan segenap kaum lelaki yang tak sepakat, dan mungkin sampai hatinya berontak karena kecantikan paras kekasihnya dinikmati publik.

Realitas ini bukan hanya ihwal ide kreatif untuk menampilkan segenap warga kampusnya yang cantik, namun selayaknya butuh banyak pertimbangan untuk menampilkan sosok-sosok cantik kampus.

Jika memang orientasi adanya media ini demikian mewadahi kontestasi kecantikan warganya, seharunya sang admin berpikir lebih jernih, mungkin bisa saja melayangkan petisi kepada kabinet revolutif untuk segera mengadakan duta cantik kampus, atau mungkin fashion show daring. Entah apalah itu nanti, yang terpenting sang admin wajib segera memberhentikan kerja branding ini, dan menggantikannya dengan mengadakan konsensus kecantikan yang lebih layak dan hormat untuk dikonsumsi publik.

Sungguh meresahkan keberadaan platform instagram yang hanya memamerkan cantik paras. Mepublikasikan cewek berwajah bening dan berbadan montok. Mengundang nafsu yang berakhir maksiat. Masih mending jika yang  diposting-tampilkan cantik hati, cantik otak, dan cantik tindak tanduknya. Cantik otak dengan prestasinya. Cantik hati dengan sifatnya. Dan cantik perangai dengan akhlaknya. Mending dihapus dan dibumihanguskan saja. Sekali lagi, mending dihapus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.