Agitasi.id-Laki-laki bertubuh bugar dan empunya paras ceria, cerah berbinar wajahnya dalam canda dagelannya. Menghabiskan malam di warung kopi memanglah sudah menjadi aktivitas Mahfud setiap malam. Namun, tiba-tiba lelaki berumur 22 tahun  terkejut, kaget, lengkap disertai dengan dua alisnya yang menyatu. Keceriaan serta kebinaran wajahnya luntur ketika Ia melihat pamflet di Story WhatsApp-nya. Pamflet bertuliskan ucapan selamat dan sukses dari Fakultas Syariah UIN Khas Jember atas pengangkatan Rektor Kampus UIN KHAS Jember. Dalam pamflet tersebut tertulis jelas Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E, M.M, sebagai Rektor UIN KHAS Jember.

Siapa yang tidak kaget melihat informasi dadakan, tiba-tiba, dan tidak terduga? Mahasiswa seperti apa yang tidak terkejut ketika mendengar informasi dadakan, apalagi menyangkut tentang pelantikan Rektor dari Kampus yang sangat dicintainya? Pastilah mereka akan terkejut. Dilema antara bahagia dan curiga. Demikianlah yang dirasakan Mahfud pada malam yang pekat itu. Lebih-lebih mahasiswa yang kini terhitung semester 9, secara bersamaan Ia menduduki jabatan Legislatif di tatanan Organisasi Intra Kampus. Hal ini semakin manambah rasa keheranannya seketika melihat pamflet yang terposting di WhatsApp.

Suhardi, salah satu kontak yang memposting pamflet tersebut juga kurang begitu paham soal pelantikan Rektor baru di kampusnya. Ia hanya ikut memeriahkan upacara pelantikan rektornya lewat postingan Story di WhatsApp. “Saya juga tidak tau ya Mas, perihal pelantikan Rektor. Pamflet ini berasal dari salah satu anggota Media Center Fakultas Syariah, Saya hanya ikut memposting Mas.” Ungkapnya ketika dihubungi tim Agitasi.id pada 01 Oktober.

Sedangkan Wildan Rofilkil Anwar S.H , selaku ketua Media Center  memberikan keterangan  bahwa beliau kurang begitu tau kejelasan dari persoalan ini. Sebab itu juga Media Center tidak meliput berita tentang infomasi pengangkatan Rektor. Sebagaimana yang disampaikan kepada crew Agitasi.id saat dihubungi melalui Via WhatsApp “Saya kurang paham tentang persoalan itu sekarang dek, Saya sudah alumni. Pamflet itu ucapan selamat dari keluarga besar Fakultas Syariah UIN Khass jember”.

Melalui penelusuran yang dilakukan oleh Crew Agitasi.id dalam pelbagai media, baik sosial media ataupun webset, belum ada yang mengabarkan tentang prosesi pelantikan Rektor. Sampai jumat 01.00 wib terdapat satu akun instagram yang meposting pamflet ucapan selamat. Akun tersebut bernama Uin Khas Keren (@uinkhaskeren). Namun sayang sekali, tidak ada satupun sumber yang kemudian bisa dijadikan informasi. Lantaran admin akun tersebut tidak merespon saat dihubungi lewat via pesan DM oleh crew Agitasi.id

Sementara itu lembaga perwalilan mahasiswa juga tidak mengetahui.  Organisasi mahasiswa baik Senat Mahasiswa maupun Dewan Mahasiswa di tingkat Universitas (SEMA & DEMA) tidak satupun dari pengurusnya yang megetahui persoalan pelantikan Rektor UIN Khas Jember. Entah masalah apa yang menyebabkan ketidaktahuan informasi daripada pengangkatan Rektor ini. hal ini terbukti ketika dihubungi crew agitasi.id dalam beberapa wawancara.

Apakah Pimpinan Universitas tidak mau menambah beban pikiran mahasiswa dengan tidak mengnformasikannya? Atau memang sengaja tidak dipublikasikan, agar tidak ada yang tahu. Kalau benar demikian, kemudian apa bedanya pengangkatan Rektor dengan pernikahan sirih. Kalau keduanya jelas sama-sama rahasia dan dirahasiakan. Ataukah ada alasan dan pertimbangan lain dibalik perahasiaan pelantikan ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.