Misteri Maju-Mundurnya Rektor Universitas Islam Jember

Ilustrasi : Agitasi/Alfa Reza

AGITASI.ID – Abdul Hamid Pujiono, Rektor yang baru dilantik pada Mei 2023 di Universitas Islam Jember (UIJ) mendadak mundur. Beliau melayangkan surat pengunduran 1 Februari 2024. Memang sedari awal, kedatangannya di UIJ sudah disambut tidak baik oleh mahasiswa.

Beberapa pecutan aksi demonstrasi terjadi saat pelantikan Rektor. Mahasiswa menganggap bahwa pemilihan rektor pada saat itu cacat secara prosedural dan tidak sah karena tidak adanya sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Siapa yang tidak kaget, ketika beliau yang mulanya hanya sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Tiba-tiba mencalonkan diri sebagai Rektor.

UIJ sendiri adalah salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) PC NU Jember. Yayasan tersebut diketuai oleh KH. Abdullah Syamsul Arifin alias Gus Aab.

Kala itu, Gus Aab tentu berharap Rektor barunya memiliki terobosan dalam meningkatkan daya saing kampus ini. Agar jadi kebanggaan warga nahdliyyin.

Sebelumnya perlu diketahui, bahwa kampus UIJ sangat erat dengan identitas politik. Identitas seperti apa? Ya, identitas nahdliyah, kelompok ormas terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Namun ternyata belum ada terobosan yang digaungkan oleh Rektor asal UIN Kiai Ahmad Shiddiq itu. Malah baru beberapa bulan menjabat, tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya.

Dengan mundurnya Dr. Pujiono ini, besar kemungkinan tatanan akademik UIJ menjadi lebih tidak karuan. Sebab, berdampak buruk pada pelaksanaan administrasi kampus.

Banyak hal, yang sejak awal sebenarnya dikhawatirkan. Usut punya usut, ternyata Dr. Pujiono terpilih secara tidak sah. Buktinya, hingga saat ini UIJ dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) masih tertulis dipimpin oleh rektor bernama Abdul Hadi. Artinya, selama beberapa bulan, kepemimpinannya tak tercatat dan bisa dibilang ilegal.

Baca Juga :  SISI GELAP KAMPUS

Jika terus menjabat, entah apa dasar legalitasnya? Rektor berperan penting dalam seluruh urusan administrasi pendidikan tinggi.

Misalnya, dalam hal administrasi ijazah mahasiswa yang telah lulus. Semua tahu, ijazah tercatat secara terpadu dengan data PDdikti. Lantas, bagaimana jika ijazah mereka diTTD oleh rektor yang tidak terdaftar? Apakah ijazahnya sah? Duh, sepertinya masalah ini bisa menyebabkan masa depan lulusan UIJ suram.

Problematika demikian yang “kemungkinan” atau “diduga” besar menjadi salah satu alasan Dr. Pujiono, tak mampu mempertahankan kekuasaannya. Tentu masih dianggap “kemungkinan”, sebab informasi kemunduruanya memang penuh misteri.

Saking misterinya, sebagaimana dilansir dari pemberitaan salah satu media swasta di Jember, banyak mahasiswa UIJ yang meminta keterbukaan data misteri alasan kemunduran rektornya itu.

Tentunya, hal tersebut dapat dibenarkan. Sebab, perguruan tinggi menuntut dilaksanakannya prinsip keterbukaan informasi publik. Mahasiswa sebagai masyarakat akademik, memiliki hak untuk memahami tindak dan tunduk pimpinan kampusnya.

Setelah sekian lama menuntut, bukan malah mendapat jawaban. Tak berselang lama, terdengar kabar bahwa rektor baru telah terpilih kembali.

Dr. Pujiono telah resmi mundur secara misterius dan digantikan oleh Dr. Ahmad Khalid. Statusnya ditetapkan sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dipandang dari profilnya, sebenarnya tidak beda jauh dari Dr. Pujiono. Keduanya sama-sama pengurus penting di PCNU Jember.

Walaupun demikian, semoga saja tindakan kepemimpinan UIJ tidak misterius lagi. Tidak “tiba-tiba” dilantik, dan ujung-ujungnya, “tiba-tiba” mengundurkan diri.

Kalau UIJ hanya terkenal dengan aksi pimpinannya yang penuh misteri, apa bedanya dengan gunung merapi?

Jika dibiarkan, kisah “misteri gunung merapi” tidak hanya akan melahirkan sosok Mak Lampir, namun juga rektor yang bisa sama menyeramkan.

Semoga UIJ mampu bangkit dari kondisi yang menyeramkan ini.Amin.

Baca Juga :  DASA CITA UIN KHAS JEMBER; Green and Smart Campus Bisa Hanya Jadi Monster Masyarakat, Buto Ijo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *