jember, agitasi.id – Seketika termenung seorang perempuan dua puluh tahun berparas putih, Nurriyah berjejer dengan peserta lainnya di aula IKA PMII Jember. Saat ditemui sedang menatap isi dinding depan yang tak lain bertuliskan Mary Wollstonecraft. Jam pukul pukul menunjukkan pukul 15.30, upacara pembukaan sekolah kader putri (SKP) Jumat 12 Maret lalu dimulai.

Sambutan diawali oleh Ita Kamelia selaku bidang kaderisasi KOPRI sekaligus sebagai ketua panitia acara tersebut. Dalam krisisnya, dia mengutarakan tujuan utama SKP ini. “Dengan dilaksanakannya SKP ini, kami harap anggota maupun kader putri rayon syariah memahami apa yang berdiri dan sisi perempuan dari segi Islam dan dari segi hukum positifnya.” Ujar Ita.

Dilanjutkan oleh ketua KOPRI rayon syariah, Devi Andriyani mengatakan bahwa “SKP ini merupakan langkah awal kaderisasi putri sebelum nantinya ke jenjang kaderisasi formal yakni SIG (sekolah islam gender)”.

Materi pertama dimulai, seketika setelah usai dibuka. Pembahasan pertama mengenai tema besar acara ini “Dualisme Khodijah vs Mary Wollstonecraft”. Terlihat begitu antusiasnya para peserta menyimak pemaparan dari pembicara terbaik acara Ifta Athiyyah, seorang perempuan berparas cantik nan anggun dengan buah hati yang masih dikandungnya. Tuturnya yang lembut namun tegas memahamkan peserta makna masing-masing kata dalam tema itu.

Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa antara Khodijah dan Mary adalah dua substansi yang realitas dan kontras. Khodijah seorang putri Quraisy yang menjaga kesuciannya, kaya raya, taat, rajin dan tahu bagaimana memberdayakan dirinya sebagai hamba dan perempuan. Sedangkan Mary Wollstonecraft menghabiskan waktunya untuk menulis dan berfilsafat, dia bersedia mengurus antara laki-laki dan perempuan dalam politik, sosial dan pendidikan. Ia ajakan perempuan lain untuk turut memperjuangkan hak perempuan. Khodijah dan Mary, tidak menyatakan mereka feminisme, karena berjuangan mereka atas dasar akalnya sendiri, dan lahir jauh sebelum feminisme ada.

Panel diskusi yakni salah satu rangkaian acara ini, menggugah kritis setiap peserta, sehingga pemaparan pemateri dijabar-luaskan disini. Mulai dari pihak pro-kontra terhadap Khodijah dan Mary, sampai dengan cara pengaplikasian gerakan di era sekarang. Atap materi tentang Khodijah dan Mary, perspektif perempuan dan perspektif hukum juga turut menjadi rentetan acara. Yang tak lain adalah bahan dasar maksud apa adanya SKP ini.

Acara yang diikuti oleh belasan peserta ini sangat diapresiasi penuh oleh ketua umum rayon syariah Achmad Faiz, dalam acara penutupannya pada minggu SKP, mengutarakan “Orang-orang yang ikut dalam SKP ini adalah orang-orang piilihan yang akan membawa perubahan bagi dirinya dan lingkungannya. Lalu, karakter manakah yang lebih unggul untuk diimplementasikan di masa sekarang? Jawabannya ada pada dirinya.

Pewarta: Binti Novi Tasari

Editor: ENH

1 thought on “Kupas Historis Juang Perempuan, PMII Rayon Syariah Adakan Sekolah Kader Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.