JEMBER, Agitasi.id – Pergulatan politik kampus yang terus terjadi baik itu bersifat hierarki ataupun birokrasi terasa begitu santer dikalangan mahasiswa IAIN Jember akhir-akhir ini. Penting rasanya kita menelisik lebih dalam mengenai perebutan kekuasaan dikampus baik dari tatanan yang paling rendah hingga ke ketatanan tertinggi.

Jabatan adalah suatu hal yang terasa begitu seksi menjadi bahan perbincangan, banyak orang berebut dalam mendapatkan kekuasaan. Apalagi dalam kampus IAIN Jember, dimana banyak  orang yang berusaha untuk mendapatkannya

Menurut anam selaku ketua SEMA-I IAIN Jember mengungkapkan “Meskipun kita dihadapkan dengan keadaan yang serba sulit tapi saya yakin semua kepanitiaan yang berperan dalam kegiatan itu bisa bekerja sebaik dan profesional agar proses penyelengaraan pemilihan para pemimpin baik dari lembaga HMPS, SEMA-F, DEMA-F, di IAIN Jember berjalan dengan baik.”

Menyinggung problem pandemi Covid-19 tahun ini, kita ingat pada pemilihan Lembaga intra kampus HMPS, SEMA-F, DEMA-F, tahun lalu sebelum pandemi covid-19 melanda di indonesia pemilihan Lembaga intra sangat mudah untuk dilakukan karena masih banyak mahasiswa yang berada di wilayah kampus, sehingga pola pemilihan secara demokratis terealisasi dengan baik.

Maka daripada itu dimasa sekarang adalah sebuah tantangan besar bagi kampus agar menemukan strategi supaya seluruh mahasiswa berperan aktif dalam pesta demokrasi kampus tahun 2021.

Salah satu fakultas yang menjadi pengawal dalam pemilihan itu, Fakultas syariah berusaha menemukan strategi dalam konsep penyelesaian pemilu yang relevan dimasa covid-19. Seperti pada sidang tata tertib pemilihan yang awalnya calon yang dipilih secara aklamasi pada periode sebelumnya adalah 50 suara untuk memenangkan jabatan ketua, di tahun ini hanya 40 suara saja dan ini termasuk salah satu dari strategi penyelesaian itu.

Ketua panitia pemilihan ketua HMPS fakultas syariah rusdi firdaus yang biasa disebut sakera itu kepada tim agitasi.id “ini adalah sebuah tantang tersendiri bagi kami bagaimana agar pemilihan bisa tetap terlaksana secara baik meskipun sekarang masih covid-19, pada intinnya Pemilihan HMPS ini harus tetap berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil” begitu pungkasnya sambil tersenyum manis.

Selain itu apabila kita menelisik ulang perihal HMPS secara detail mereka adalah jajaran birokrasi paling bawah dalam ruang penyalur aspirasi mahasiswa. Oleh sebab itu, mahasiswa harus benar-benar kompetitif dalam memilih nahkoda  untuk program studinyanya masing-masing. Siapapun yang terpilih nantinya dalam setiap prodi di masing-masing fakultas seluruh IAIN Jember diharapkan dapat menyalurkan segala aspirasi mahasiswa sesuai dengan birokrasi yang berlaku diIAIN Jember.

Pewarta : Ilham Hidayatullah

Editor : ENH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.