Agitasi.id, Jember – Kekerasan seksual marak sekali terjadi dewasa ini dalam masyarakat Indonesia. Fenomena kekerasan seksual akhir-akhir ini yang terlihat dan mau speak up terjadinya kekerasan seksual hanya sebagian kecil saja. Sedangkan bagian besarnya tidak muncul terlihat karena berbagai macam faktornya. Namun di sisi lain banyak usaha yang diupayakan oleh masyarakat peduli keadaan sosial khusunya terhadap kejadian yang paling tidak memanusiakan-manusia ini. Entah dari kalangan aktifis feminis, organisasi kemasyarakatan, organisasi mahasiswa, dan lain sebagainya yang turut serta dalam mengawal isu, kasus, penegakan keadilan, dan upaya meminimalisir kekerasan seksual.

Salah satunya di kota Jember, yang sedang gencar melakukan program pemberdayaan perempuan. Agenda yang di pelopori oleh Sekolah Perempuan Jember, IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) setapal kuda, dan Radio Republik Indonesia (RRI Jember) ini menggelar kampanye 16 hari anti kekerasan seksual terhadap perempuan Women Self Defence”  dan dialog publik serta tanda tangan petisi menolak kekerasan seksual yang bertepatan dengan hari anti kekerasan seksual nasional. Dihadiri oleh narasumber Wiwin Riza Kurnia, IPTU Diyah Vitasari, S.P., S.H. selaku Kanit PPA Polres Jember, Mahfudz Sunarjie Jurnalis Televisi,  Hari Putri Lestari S.H, M.H anggota DPRD Jatim, Drs. Suprihandoko, MM.

Tentu agenda yang telah digelar pada tanggal 25 November 2021 di Aula RRI Jember ini memberikan kesan yang baik khususnya kepada audiens yang bergabung dan didominasi oleh perempuan dari berbagai lembaga. Wiwin Riza Kurnia selaku Founder Sekolah Perempuan Jember mengungkapkan bahwa dirinya terus berkomitmen untuk terus mendorong dan mensupport perempuan dalam segala aspek. Agar perempuan terus memiliki power untuk semakin berkualitas dan berdaya.

”Perempuan adalah tiang negara, jika perempuan di suatu negara itu baik, berakhlakul karimah, berkualitas, maka suatu negara juga akan memiliki kualitas yang baik. Tentu pemberdayaan perempuan harus benar-benar direalisasikan di wilayah Jember dengan mensupport skill dan kebutuhan perempuan” ungkap dari Drs. Suprihandoko, MM selaku kepala Dinas DP3AKB Jember. Hal ini menjadi patron untuk perempuan jember bahwa pemerintah kabupaten jember memberi ruang aman dan fasilitas untuk perempuan jember yang ingin berprofesi. Seperti melakukan ekonomi kreatif, produktif, terlibat dalam segala bidang.

Banyak hal juga yang telah disampaikan dalam forum tersebut, seperti regulasi pelaporan dan sanksi kasus kekerasan seksual yang disampaikan oleh IPTU Diyah Vitasari, S.P., S.H. selaku Kanit PPA Polres Jember. Peran media televisI dan program yang terus didukung oleh IJTI dalam pengawalan kasus kekerasan seksual dan cara meminimalisir kekerasan seksual oleh jurnalis televisi IJTI Mahfudz Sunarjie. Tidak lupa pula, Hari Putri Lestari S.H, M.H anggota DPRD Jatim yang menyampaikan akan terus mengawal pengesahan RUU PKS meskipun itu kewenangan DPR RI. Hari Putri juga berkomitmen terus memeberdayakan perempuan agar semakin produktif, serta mengecam keras kasus kekerasan seksual yang semakin meningkat.

Agenda kampanye 16 hari anti kekerasan seksual terhadap perempuan “Women Self Defence” ini bukan hanya berhenti di agenda dialog publik serta petisi tanda tangan menolak kekerasan seksual saja, namun masih banyak rangkaian agenda yang akan terus berjalan selama 16 hari. Seperti Penyuluhan hukum untuk pencegahan dan penanganan  kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kampanye makan ikan untuk cegah AKI, AKB, Stunting, Lomba membuat stiker WA untuk anak muda dengan tema cegah perkawinan anak, Gelar Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak dan masih banyak lagi.

Pewarta : Erisha Najwa Himaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.