INAUGURASI SEPI, KOPRI UIN KHAS JEMBER WADAHI KONTESTASI KADER

AGITASI.ID – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat UIN KHAS Jember, gelar kontestasi kader untuk peringati hari kelahiran. Event ini sekaligus medium dialektika saat lembaga kemahasiswaan intra kampus libur mewadahinya tahun ini.

Peringatan Harlah Kopri merupakan bentuk rasa syukur karena di usia 56 tahun tetap konsisten dan berkomitmen untuk mengawal dan meningkatkan kualitas kader-kader putri khususnya PMII , di usia yang bisa dibilang sangat matang bagi berdirinya sebuah organisasi mahasiswa. Tahun 1967 adalah tonggak awal berdirinya wadah gerakan perempuan bernama KOPRI di bawah naungan PMII membentuk para pemimpin di kalangan perempuan.

Bacaan Lainnya

Mengingat perempuan-perempuan sekarang masih banyak yang belum percaya diri dan masih minder ketika dihadapkan oleh laki-laki, padahal mereka bisa bisa berpendapat bahkan beradu argumen tanpa membedakan gender. Sebagai perempuan bukan berarti ingin melanggar kodrat kita sebagai perempuan, tetapi dalam hal ini bagaimana kita meningkatkan skill ataupun kreatifitas sebagai seorang perempuan dan memberanikan diri untuk bersaing dalam segala bidang kehidupan.

Dalam hal ini, kopri membentuk calon pemimpin perempuan sehingga perannya untuk agama, bangsa, dan negara jelas adanya, untuk itu kader kopri harus mandiri, berdikari dan maju pemikiran agar pergerakannya tidak dipandang sebelah mata. Selain berbicara kesadaran terhadap kesetaraan, deskriminasi,dan kekerasan seksual, kopri juga siap dalam bidang keilmuan untuk bisa terus update dan menjawab isu-isu terkini seperti politik.

Baca Juga :  Menelisik Aksesibilitas dan Pendidikan Inklusif, Menggali Realitas Mahasiswa Difabel di UIN KHAS Jember

Saat ini ketidaksetaraan gender dalam politik juga masih menjadi permasalahan di Indonesia. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada tahun 2024 hanya 22,9% kursi di DPR RI yang diisi oleh perempuan. Jumlah ini masih jauh dari target 30% yang ditetapkan oleh Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Ketua Kopri PMII Komisariat UIN KHAS Jember sahabat Siti Anisatul Khoiroh sangat mendukung adanya harlah kopri yang diselenggarakan oleh PMII Komisariat UIN KHAS Jember, dan turut dimeriahkan oleh ke-5 rayon yaitu Rayon FTIK, Rayon Syari’ah, Rayon Dakwah, Rayon Febi, dan Rayon Fuah. Acara yang dilaksanakan secara turun temurun setiap tahunnya, tentu menjadi salah satu bentuk refleksi dari perjuangan kopri dari awal berdiri sampai hari ini.

Ada beberapa lomba yang digelar sebagai ajang kompetisi yang di dalamnya tidak ada pembeda antara laki-laki ataupun perempuan, karna melatih dan mewadahi kader-kader putri untuk berkompetisi dengan kader putra, diantaranya ialah lomba baca cipta puisi, lomba karya tulis ilmiah, short video, dan fotografi.

“Saya harap dengan diadakannya selebrasi hari lahir kopri ke-56 ini sebagai bentu refleksi dari pada kader-kader perempuan PMII, sebagaimana jika kita tarik sejarahnya kopri dari yang ada kemudian dibubarkan, kemudian diadakan lagi ini bentuk kilas balik perempuan dalam perjuangan, memang butuh wadah untuk perempuan, tapi bukan untuk memberikan sekat antara laki-laki dan perempuan dalam hal proses, tapi memang perempuan butuh penanganan yang khusus untuk mencapai pada proses kesetaraan kesadaran dalam berfikir,” ujar Anisa.

Dari sini dapat kita lihat pada saat ini memang wadah untuk para perempuan agar bisa mewujudkan cita-cita kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sudah dibilang sangat cukup. Tinggal beberapa perempuan saja yang masih belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Karena PR kita sekarang bukan hanya perempuan dalam konteks perpolitikan dan beragama kedepan, tetapi juga keberlangsungan Kopri dan PMII.

Baca Juga :  DARI PADA MATI KELAPARAN, LEBIH BAIK MATI PERANG

Dengan adanya beberapa lomba yang diselenggarakan oleh PMII Komisariat UIN KHAS Jember, berharap bisa terus bersemangat melakukan perbaikan sebagai kader organisasi perempuan yang tahan banting dan mampu mencetak calon pemimpin perempuan Kopri PMII serta tidak surut ataupun luntur di saat situasi apapun.

Pewarta : Izzati Qrt
Editor : Sam Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *