AGITASI.ID – Soto merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Bahkan secara khusus beberapa daerah di Indonesia memiliki ciri khas soto tersendiri. Sebut saja soto Lamongan, soto Madura, soto Kediri dan soto-soto lainnya. Barang tentu ada perbedaan ikhwal soto yang ada di pelbegai daerah tersebut. Yang pasti persamaannya, ia sama-sama soto.

Jember yang katanya merupakan kota pendalungan juga memiliki makanan soto, namanya soto jember. Entah apa yang menjadi kekhasan soto jember ini. Tetapi yang saya ketahui, ada sebuah perkampungan yang banyak menjual soto di dekat kampus UIN KHAS Jember yang selalu ramai mahasiswa. perkampungan yang berada di Desa Ajung. Sotoan, demikianlah mahasiswa menyebut kampung itu.

Bukan tanpa sebab dan akibat warung soto tersebut selalu ramai pembeli yang mayoritas mahasiswa itu. Karena makhuk yang bernama mahasiswa setiap melakukan sesuatu, termasuk dalam hal makan, pasti disertai alasan. Berikut saya akan sebutkan alasan mengapa warung sotoan selalu ramai diserbu mahasiswa. Alasan tersebut diantaranya; harganya yang murah, penjualnya ramah, dan tempatnya indah.

  • Harganya Murah selera lidah proletar

Pertama, harga murah. Alasan kemurahan harga ini sungguh memang banyak diminati konsumen dimanapun itu. Wabil khusus bagi mahasiswa yang mempunyai selera proletar. Rumusnya, setiap membeli sesuatu para konsumen kan memang mencari harga murah tetapi kualitas memuaskan. Hal ini juga berlaku dalam hal membeli makanan. Maka tidak heran kalau warung soto ajung selalu ramai diserbu mahasiswa.

Faktanya, soto yang nikmat itu hanya dihargai Rp. 5.000,00 dalam satu porsinya. Harga tersebut berlaku bagi soto ayam dan soto babat. Entah berapa hasil untung yang didapat dari penjualan sotonya. Yang pasti harga tersebut terbilang sangat murah. Harga yang pas sekali dengan kantong mahasiswa, terutama mahasiswa Mangli. Mahasiswa yang notabene banyak kebutuhan tentu akan memilih setiap harinya akan memakan soto yang murah, apalagi bagi mahasiswa yang fakir dan mustad’afin. Tetapi meskipun terhitung murah sekali, rasa soto ini terbilang nikmat. Apalagi disantap ketika perut sedang lapar-laparnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa warung soto Ajung selalu ramai mahasiswa.

  • Penjualnya Ramah

Kedua, si penjual ramah. Keramahan penjual tentu juga menjadi alasan mengapa mahasiswa memilih makan di warung soto ini. Sehingga para pembeli merasa betah dan nyaman ketika membeli soto disana. Tidak kebayang bagaimana mengerikannya kalau si penjual galak. Melayani dengan nada tinggi membentak. Bukan kenyang, tapi mual-mual karena emosi terhadap penjual. Pelayan ini tentu merupakan salah satu strategi dalam berbisnis.

Keramahan penjual soto ini pernah saya rasakan sendiri. Pernah suatu hari ketika saya dan kawan saya makan di warung soto tersebut, dengan ramah saya dibuatkan kopi oleh si penjual dengan tanpa membayar. Gratis. Bagi lelaki keren, tidak merokok ketika selesai makan itu merupakan hal langka. Dan tentu kopi adalah pasangan serasi rokok. Coba banyangkan, setelah makan dan perut kenyang, rokoan dan ngopi gratis. Nikmat tanpa tanding Dik.

 

  • Tempatnya Indah

Ketiga, keindahan tempatnya. Selain harga murah dan penjualnya ramah. Mahasiswa pecinta senja alias anak indie pasti tidak akan pernah lepas dari keindahan alam. Nah, warung soto ini memiliki tempat yang cukup indah. Tempat warung soto ini menyajikan pemandangan sawah yang menawan. Menyantap soto dengan menikmati pesona alam yang menawan adalah pilihan yang tepat. Apalagi ketika pagi dan sore hari. Anak indie pasti paham apa yang saya maksudkan. Kesejukan alam dari persawan ditambah sinar senja di sore hari menemui pesonanya sendiri. Nikmat mana yang engkau dustakan dik.

Demikianlah alasan mengapa warung soto yang berlokasi di Ajung selalu ramai mahasiswa. Bagi mahasiswa Mangli dan sekitarnya warung soto ini merupakan rekomendasi bagi kalian yang selalu bingung setiap kali mencari tempat makan. Bagi kalian yang belum pernah mengunjungnya, alian akan candu dengan warung soto ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.