Jember, agitasi.id Bagi mahasiswa, lulus kuliah adalah impian akhir dari penjuangan panjang jihat studinya. Perjalanan jihad studi sampai diwisuda tentu bukanlah perkara yang mudah. Itu berat. Perlu niat yang padat dan upaya yang kuat. Menunda kelulusan menguras waktu dan memerlukan ongkos yang tidak sedikit. Disisi lain, Lulus kuliah dan diwisuda merupakan momen yang dinanti setiap orang tua. Bagi orang tua, kelulusan anaknya berarti kesuksesan orang tua dari tanggungjawabnya. Tidak lebih.

Kendati demikian, banyak mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu. Jumlah semesternya sampai lebih selusin. Bahkan ada yang sampai ter-DropOut dari kampusnya karena melewati batas maksimal semester yang ditentukan. Semoga fenomena yang terakhir tidak terjadi pada teman saya, atau pada diri saya sendiri. Sekali lagi, semoga tidak.Terlepas dari penjelasan di atas. Ada beberapa mahasiswa yang memang berniat untuk menunda kelulusannya. Sudah ter-planning dan terkonsep dengan rapi. Direncanakan. Padahal ia mampu dan bisa segera menyelasaikan studinya. Memang terkesan aneh. Tetapi itu terjadi. Kok bisa, kenapa? Banyak sebab yang kemudian melatarbelakangi mahasiswa yang berniat menunda lulus. Hal ini yang membuat saya tertarik untuk menggarap tulisan ini.Berikut saya akan jelaskan alasan kenapa mahasiswa tidak segera menyelesaikan studinya;

    1. Malas
      Kemalasan merupakan penyebab yang paling banyak terjadi terhadap mahasiswa yang lebih dari selusin bersemester. Meskipun yang bersangkutan tidak akan mengakui kemalasannya. Tentu ia gengsi. Karena alasan ini tergolong alasan yang sangat receh. Bagaimana mungkin ia malas di puncak perjalanan jihat studinya. Sungguh mahasiswa yang tergolong merugi. Ia tidak bisa melawan rasa malasnya. Dan kalau tidak diakhiri, sampai kapanpun mahasiswa tersebut tidak akan pernah lulus kuliah.
    2. Belum siap menjadi pengangguran
      Alasan ini jarang sekali ditemui. Bisa diterbilang lucu. Tetapi ada saja mahasiswa yang berlasan “belum siap jadi penggangguran”, jangan percaya. Itu hanyalah alibi saja. Bagaimana mungkin mahasiswa tidak segera lulus hanya karena alasan itu. Bukankah kalau ia tidak lulus kuliah pintu pengangguran semakin terbuka lebar. Mungkin mahasiswa semacam ini terlalu mendalami lagu Iwan Fals yang berjudul sarjana muda. Yang penggal liriknya “Engkau sarjana muda. Resah mencari kerja, sia-sia ijazahmu. Empat tahun lamanya. Bergelut dengan buku. Tuk jaminan masa depan.”. kemudian mahasiswa tersebut takut untuk lulus.
      Menjadi pengangguran bukanlah pilihan yang tepat. Tentu semua orang tidak ada yang punya cita-cita menadi pengangguran. Apalagi bagi mahasiswa. Saya berani bertaruh. Kalau ada, itu bukan manusia biasa, melaikan manusia langka. Kecuali anak Raja, yang sudah terjamin masa depannya tanpa kerja.
    3. Mempunyai tugas yang menuntut ia agar tidak segera lulus
      Mempunyai tugas yang menuntut mahasiswa tesebut untuk tidak segera lulus. Biasanya alasan ini sering terjadi pada mahasiswa aktivis. Baik ativis kelas kakap, maupun aktivis kelas teri. Alasan ini terbilang alasan yang paling bisa diterima akal. Bukan alasan yang hanya menjadi taming kemalasan, ada sesuatu yang ia lakukan. Mahasiswa aktivis mempunyai tanggungjawab mengurus urusan selain urusan kuliah saja. Bisa mempunyai tugas ngurusi organisasi. Ngurusi bisnis. Bahkan ngurusi bini. Intinya ada yang diurus. Yang kalau ditinggal, semuanya akan berabe.
      Sebenarnya mahasiswa semacam ini bisa dan mampu lulus tepat waktu. Hanya saja ia menunda kelulusannya karena ada alasan yang menuntutnya agar tidak segera lulus. Bukan tidak bisa untuk lulus. Semua itu adalah jalan yang ia pilih dan diprioritaskan. Tentu sudah siap dengan resikonya.

[irp]

Demikian alasan mengapa mahasiswa tidak segera lulus dari studinya. Bukan tanpa alasan. Semua ada alasannya. Jadi tidak usah heran dan kaget kalau menjumpai mahasiswa yang semesternya lebih dari selusin. Tanyakan saja apa alasannya. Atau kalau tidak, olok-olok saja. Agar ia malu dan cepat-cepat menggarap skripsinya. Siapa tau cara yang terakhir ampuh. Tetapi bukan berarti dengan tulisan ini saya membenarkan atau membela mahasiswa yang menunda kelulusannya. Lulus tepat waktu lebih baik. Bukan lulus diwaktu yang tepat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.