“Analisis Empiris Terhadap Ajakan “Ngopi Yuks” dalam Dunia Akademis Mangli”

Agitasi.id– Menyoal perihal perkopian dengan segala dimensinya memanglah tidak ada putus-putusnya. Terus saja berkelindan, layaknya cerita bersambung tanpa kata tamat. Pasalnya banyak sekali hal-hal menarik dan asik bahkan bisa bikin perut sakit. Bagaimana tidak, kopi yang pahit dan tidak berdosa itu dijadikan alasan solutif atas segala urusan. Apapun masalahnya, kopilah solusinya. Udah kayak iklan  di tipi, di youtube, dan di media publik lainnya.

Kaum akademis tentu tak ketinggalan, mereka juga sumbang peran dalam dunia perkopian. Sebagaimana layaknya kaum terpelajar di perguruan tinggi umumnya, terkhusus di sekrup kecil yakni mahasiswa tingkat Mangli. Selain banyak bacot (diskusi), banyak tingkah (aksi), mahasiswa di Mangli banyak juga ngopi. Bagi mahasiswa yang dianggap menggeluti dunia aktivisme, ajakan ngopi pasti banyak gentayangan saat malam di chat WhatApp. “Nyopi Yuks” demikian diksi pengajakannya. Baik dari yang benar-benar ngopi maupun yang pura-pura ngopi. Intinya berkedok kopi saja, entah ketika di kedai kopi pesen es, itu soal lain. Mungkin sejenis ini alergi dengan makhluk yang bernama kopi, tetapi yang pasti ada maksud tertentu dalam ajakan ngopinya. Maksud yang terselubung, kemudian larut dan memperkeruh pekat kopi itu sendiri.

Di satu sisi, rupa-rupa ajakan berbanding lurus dari sifat dan prilaku si pengajak. Namun sifat baik seseorang tidak tentu menjamin motif atas ajakan ngopinya. Artinya ada beberapa dari pengajak yang memiliki kepentingan dan maksud tertentu. Yang terakhir ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang selalu punya kepentingan. Baik dalam berteman (privat) maupun dalam lingkup yang lebih luas (organisasi). Tidak heran banyak diantara korban dari ajakan ngopi yang terkena Prank (jebakan). Singkatnya, saya akan memebeberkan pengalaman saya tentang dunia perkopian. Baik dari yang luar biasa hingga yang membuat kecewa. Sehingga nantinya pembaca lebih berhati-hati dan tidak gampang menerima ajakan dengan diksi ngopi yuks.

Ada pengklasifikasian dari motif-motif yang sering terselubung dibalik ajakan “Ngopi Yuks” dalam dunia akademis di tingkat Desa Mangli dan sekitarnya. Sesuai bukti empirik dan temuan yang telah saya alami sependek dari 2018 hingga saat sekarang jari mengetik. Berikut adalah klasifikasi, motif, dan rupanya;

Ajakan “Ngopi Yuks” oleh pejabat

Ajakan “Ngopi Yuks” yang dilakukan oleh pejabat. Pejabat yang dimaksud adalah pejabat tertinggi dalam dunia kampus, yakni pimpinan civitas akademik Desa Mangli. Dalam proses klasifikaasi, ajakan kopi pejabat ini menempati urutan wahid. Bukan tanpa alasan, selain langka terjadi ajakan rupa ini sangat besar tingkat bahayanya. Langka karena ajakan yang datang dari makhluk yang bernama pejabat sangat jarang sekali dijumpai. Pejabat yang sama sekali jarang nampak batang hidungnya di warung kopi tiba-tiba Blio ngajak ngopi. Macam ini tidak akan terjadi kecuali dalam kondisi genting. Dalam maksud lain, kalau tidak melaksanakan ritual ngopi bisa-bisa jabatannya terancam. Sebut saja ajakan ngopi yang berisi lobi-lobi dan negosiasi. Terakhir ini biasa terjadi ketika ada aksi dan demontrasi kecil-kecilan di kampus STAIN Mangli (sebutan penduduk sekitar).

Ngopi dalam rangka lobi-lobi jenis ini sangat berbahaya. Bagaimana tidak, ngopi dengan elitis pejabat yang kaku itu kita harus formal. Harus ada pembukaan, pembahasan, hingga penutupan. Harus ada prakata panitia. Artinya tidak sebebas ngopi di Jubung, di Morojoyo, atau di kedai kopi lainnya. Tidak bisa sambat (cak-cuk cak-cuk, jasik, anjim, dan saudaranya). Bayangkan saja, dalam dunia perkopian ada aturan. Wajib panggil Blio Bapak Haji lengkap beserta titel jabatannya. Bahkan titik dan komanya tidak boleh luput atau hilang. Mendapatkan titel itu sulit dan butuh ongkos. Membayangkannya saja sudah membuat kepala pening bukan main. Belum lagi muatan isi pembahasan lengkap dengan motif kepentingannya. Tetapi semua itu akan sirna bagi mahasiswa yang mengutamakan maslahat kepentingan ummat.

Ajakan “Ngopi Yuks” oleh Senior

Ajakan “Ngopi Yuks” yang dilakukan oleh senior. Ajakan ngopi yang datang dari senior juga perlu kita kupas dalam pembahasan ini. Selain dari jumlah ajakannya menyetok dan banyak berantrian, senior juga banyak rupanya. Baik senior dari lintas organisasi tingkat lokal Mangli (domestik), hingga senior lintas angkasa atau di luar lokal Mangli  (non domestik). Ngopi dengan senior yang berlintas-lintas dan sekaligus berupa-rupa itu, kalian harus bisa menyesuaikan. Sebab makhluk yang berspesies senior  bukanlah makhluk sinting, yang hanya akan ngajak ngopi karena mendapat petunjuk lewat mimpi. Pasti senior ngajak ngopi lengkap dengan serba-serbi kepentingan dan maksud tujuannya. Untuk memudahkan dalam hal penyesuaian komunikasi perlu kiranya ada pentipologian rupa senior.

Melalui proses bertimbang-timbang yang telah dilakuakan sebelumnya, saya akan mengkotak-kotakkan senior lengkap dengan kepentingannya. Meskipun secara fundamental penyebab ngopinya adalah dalam rangka doktrinasi. Ada tiga hal yang kemudian menjadi spirit dan motivasi doktrinasi yang terselubung dalam ajakan “Ngopi Yuks” oleh senior. Tiga hal tersebut antaranya yakni; Ruang, Uang, dan Kutang.

  • Pertama, ajakan ngopi yang lahir dari semangat dan motivasi ruang. Biasanya, senior semacam ini akan mendoktrin kalian dengan bualan ruang jabatan. Kalian akan diceramahi soal ruang jabatan dan serba-serbi didalamnya. Baik jabatan di organisasi mahasiswa ekstra kampus (Ormek) yang kedudukannya setingkat Hokage (kepala desa Konoha), maupun ruang jabatan di Intra kampus yang setingkat Bupati. Intinya pembahasan dalam ajakan semacam ini tidak akan lebih seputar ruang. Hanya saja terkadang dibungkus dan dipoles dengan diksi ruang proses. Hati-hati yah!
  • Kedua, ajakan ngopi yang lahir dari spirit dan motivasi uang. Tentu uang menjadi alasan lahirnya dorongan spiritis serta motivatoris seorang senior. Manusia spesies apapun butuh dengan namanya uang. Atau kalau tidak, minimal yang ada hubungan kerabat dengan uang. Biasanya, senior rupa ini terlalu mendalami krangka filsafat aksiologis yang salah satunya tak lain adalah paham pragmatism. Kata ilmu itu pragmatism merupakan senior yang mendasarkan orientasi atau maksud tujuan berorganisasinya terbatas pada soal materi, yang dalam hal ini uang. Kalau tidak percaya tanyakan saja pada Bang Willam James yang sudah meninggal tahun 1910 itu. Hanya saja makhluk berpangkat senior terlalu cerdik, sampai-sampai kalian tidak merasakan masuknya doktrinisasi dalam ajakan ngopinya. Hati-hati makanya dong. Lebih-lebih dilengkapi langkah taktis menjadi pencuri yang baik, bijaksana, dan handal dalam suatu organisasi. Sekali lagi, hati-hati!

 

  • Ketiga, ajakan ngopi yang lahir dari spirit dan motivasi yang disebut kutang. Nah, soal ini yang kerap kali bikin pembaca sange. Bukan hanya senior yang bisa sange, pembaca juga bisa kalau hanya soal persangean. Darinya Saya akan berhati-hati dalam menyampai-pahamkannya. Bagi senior yang berwatak kebinatangan blio akan melandaskan motivasi ajakan ngopinya pada sesuatu yang bersembunyi dibalik kutang. Binatangisme senior rupa ini bukan tanpa dasar. Bukan tanpa sebab. Kutanglah dasar dan penyebabnya. Jadi tidak salah kalau dikata senior adalah binatang yang berakal pikiran. Kalau akal dan pikirannya hilang, sisa binatangnya. Hati-hati atas ajakan senior macam ini. Terjadi pengecualian bagi makhluk betina yang tak punya kutang, itu soal lain.

Ajakan “Ngopi Yuks” oleh Konco Dagelan

Klasifikasi terakhir adalah ajakan “Ngopi Yuks” yang dilakukan oleh konco dagelan. Meskipun ditempatkan pada posisi terakhir, ngopi semacam inilah yang paling saya suka (tidak menutup kemungkinan ini yang paling pembaca juga suka). Selain aman dan tidak berbahaya, ajakan ngopi dari teman yang gila tidak punya orientasi selain tawa bahagia. Tidak mematok bahasan dan tema tertentu. Tetapi ada saja kelucuan yang hadir tiba-tiba. Tanpa direncanakan, tanpa dibuat-buat, dan tanpa dusta. Kata Bang Virdika teman saya, dewasa itu fana, anak-anak selamanya. Artinya sifat dewasa itu hanya formalitas saja, hanya di kondisi tertentu saja. Sedangkan sifat kekanak-kanakan, koplak, dan konyol itu selamanya melekat dalam diri manusia. Soal lain kalau ada teman yang tidak punya sifat tersebut, mungkin Blio sedang menjaga marwah. Maka bersyukurlah bagi pembaca yang punya teman gila. Gila dalam berfikir. Gila dalam bertindak. Tak usah pikir panjang, terimalah ajakan ngopinya.

Meskipun ngopi jenis ini masuk dalam kategori ngopi yang hedonis. Tapi jangan keburu salah kaprah, tidak semua yang hedon-hedon itu jelek. Ada juga hedonis yang baik. Lagi-lagi ilmu filsafat membahas soal perhedonan. Hedonisme arti aksiolosis adalah paham yang mendasarkan semua perbuatan dan tindak-tanduknya pada tujuan manfaat kebahagiaan. Tidak ada salahnya kalau memakai definitif makna kerangka aksiologis semacam ini. Maka, manusia yang mendasarkan ibadahnya pada tujuan kebahagiaan adalah hedonis. Begitu pula makhluk yang mendasarkan ajakan “Ngopi Yuks”-nya pada manfaat kebahagiaan adalah hedonis. Lantas kenapa yang ada hedonis-hedonisnya selalu ditafsirkan salah. Bahkan dalam dunia perkopian yang tanpa aturan ini.

Demikianlah persoalan dalam dunia perkopian di tingkat akademisi Mangli. Banyak rupa dan jenisnya. Banyak maksud dan tujuan motifnya. Banyaknya ajakan yang silih berganti dan tak beraturan kerap kali membuat bingung orang yang diajak. Anatara menerima atau menolak. Sebelum menerima ajakan ngopi penting kiranya untuk menanyakan latar belakang, pembahasan, dan maksud tujuannya. Kalau tidak, bisa berabe. Nanti kenak prank. Tulisan ini berdasarkan pengalaman empirik dan temuan-temuan lapangan saya sependek sejak tahun 2018 hingga sekarang. Kalau ada kasus temuan baru yang pembaca ketahui selain yang tertulis dalam tulisan ini, harap dilaporkan pada ketua RT setempat. Atau dilaporkan pada Hokage di masing-masing Desanya. Terkhusus bagi Desa Konoha, wajib hukumnya. Tidak boleh ditawar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.